Nonton Duluan Film Mortal Kombat, Begini Kata Erick Thohir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini memamerkan pengalamannya mengikuti screening film Mortal Kombat. Film ini akan dirilis di bioskop seluruh Indonesia pada 14 April 2021.

Dikutip dari akun Instagram resminya @erickthohir, Erick terlihat berpose bersama aktor laga Joe Taslim yang juga turut berpartisipasi dalam film bergenre action tersebut. Dirinya juga berfoto dengan Iko Uwais yang turut hadir dalam screening film tersebut.

"Filmnya full action, tapi tentu yang senang lihat aktor Indonesia. Ada Joe Taslim, yang aktingnya luar biasa," ujar Erick dalam potongan video yang diunggahnya, Selasa (13/4/2021).

Erick melanjutkan, dirinya senang atas keterlibatan aktor Indonesia di film kelas dunia seperti Mortal Kombat. Menurutnya, banyak aktor Indonesia yang kualitas aktingnya diakui standar Hollywood.

"Saya senang, banyak orang-orang Indonesia yang bisa standar Hollywood sekarang. Saya berharap tentu walaupun ada Covid-19, aktor-aktor kita juga mendunia karena suka tidak suka marketnya harus semakin besar," ujarnya.

Dalam caption postingannya, Erick Thohir berharap ke depannya akan semakin banyak aktor Indonesia yang dapat mendunia.

"Saya senang sekali melihat aktor-aktor Indonesia mendunia, semoga kedepan semakin banyak lagi aktor/aktris Indonesia yang bisa berkarya di kancah internasional," ujar Erick Thohir.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Demi Go Global, Erick Thohir Diminta Tiru BUMN China

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dok BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dok BUMN

Wakil Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggariwa meminta, pemerintah meniru Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di China. Menurutnya, BUMN di Negeri Tirai Bambu tersebut sudah sangat perkasa dan mampu berkompetisi di luar.

"Keperkasaan BUMN (Indonesia) itu menurut saya belum pada tempatnya. Kalau keperkasaan BUMN itu di luar negeri itu berkompetisi di luar oke. Itu sangat baik seperti yang dilakukan oleh BUMN yang di China dengan dukungan pemerintahnya ini sebenarnya harus dicontoh juga. Itu kan berarti dia berkompetisi," kata dia dalam diskusi bertajuk BUMN Terlalu Perkasa?, Sabtu (27/3/2021).

Dia menyebut, selama ini BUMN di Indonensia masih bermain di dalam permukaan. Sejak kepemimpinan Erick Thohir banyak perubahan-perubahan fundamental dalam konteks konsolidasi BUMN. Misalnya saja merger yang dilakukan oleh BUMN dan beberapa perusahaan swasta.

"Secara fundamental korporat itu dilakukan tinggal bagaimana sebenarnya sinergi antara BUMN dan dunia usaha," katanya.

Dia mencontohkan, sinergritas antara pengusaha ataupun didunia usaha sebetulnya sudah digalakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadallia BKPM memiliki kebijakan kemitraan dengan pengusaha-pengusaha daerah.

"Saya ambil contoh di BKPM sendiri kebetulan juga saya membantu Pak Bahlil. Kita melakukan berbagai macam afirmasi kebijakan bagaimana mengawinkan dengan kemitraan dengan pengusaha pengusaha lokal," jelasnya.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: