Nonton Film Porno, Siswa Madrasah Perkosa Pacarnya

TEMPO.CO, Purbalingga - Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah berinisial Rs, 16 tahun, warga Desa Karangsari Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah memperkosa teman sebaya yang juga pacarnya, SP, 15 tahun, siswa SMP. Setelah melakukan perbuatan bejatnya, dia membunuh SP, warga Desa Kalicupak Kidul Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas.

»Dari hasil visum memang alat vital korban mengalami kerusakan akibat pemaksaan,” ujar Kepala Kepolisian Resor Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Ferdy Sambo, Senin, 21 Januari 2013.

Dari hasil pemeriksaan, Rs mengaku sering menonton film dan melihat gambar porno di Internet. »Meski baru berkenalan sebulan dengan korban, dia mengaku sudah berniat melakukan hubungan intim dengan korban,” katanya.

Ferdy mengatakan, pembunuhan dilakukan Jumat, 18 Januari 2013, tapi baru dilaporkan esoknya. Sedangkan tubuh korban ditemukan polisi pada Ahad malam pekan lalu dan tersangka ditangkap malam itu juga.

»Keluarga korban melaporkan kehilangan anaknya karena tak pulang selama dua hari,” katanya. Jenazah korban ditemukan petugas di tempat sampah belakang rumah tersangka, dengan kondisi tertutup kain seprai dan tertimbun sampah.

Menurut Ferdy, berdasarkan keterangan tersangka, pembunuhan itu diawali cekcok antara tersangka dan korban di rumah tersangka. Rs kemudian memukul dan mencekik korban hingga meninggal. »Sebelum membunuh korban, tersangka mengaku sempat melakukan hubungan intim,” katanya.

Semula tersangka menyimpan jenazah pacarnya yang sudah dibungkus kain seprai di gudang rumahnya. Pada malam hari dia membuang tubuh korban di tempat sampah. "Kami masih menyelidiki kebenaran keterangan tersangka ini dengan hasil visum et repertum. Terutama mengenai kejadian hubungan intim,” ujar Ferdy.

Pembunuhan itu membuat tetangga korban marah. Warga mendatangi rumah tersangka dengan dua unit mobil bak terbuka. Mereka merusak rumah orang tua tersangka. Polisi tidak bisa mencegah perusakan itu.

ARIS ANDRIANTO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat