Normies Adalah Normal Idiot Peoples, Pahami Definisinya dalam Bahasa Gaul

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Normies adalah salah satu bahasa gaul yang diciptakan oleh kaum milenial yang sering diucapkan di media sosial. Kata normies sendiri berawal dari meme luar negeri. Istilah normies adalah kependekan dari “Normal Idiot Peoples”.

Awalnya, istilah ini dilontarkan kepada orang yang menjengkelkan atau berlebihan terhadap suatu hal. Sementara itu, istilah normies dalam dunia meme ditujukan untuk orang yang menggunakan suatu meme, namun tidak mengerti maksud dari meme itu sendiri. Istilah ini juga dapat ditujukan untuk seseorang yang salah menanggapi lelucon dalam meme.

Seiring berjalannya waktu, arti kata normies mulai bergeser. Istilah tersebut menjadi bentuk slang dari kata “normal” yang artinya biasa. Kata ini diucapkan untuk menggambarkan seseorang yang biasa saja, mainstream, dan mengikuti mayoritas.

Berikut ini ulasan mengenai definisi normies dalam bahasa gaul yang sering diucapkan di medsos, yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (26/10/2021).

Definisi Normies dalam Bahasa Gaul

Ilustrasi Penggunaan Media Sosial Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Penggunaan Media Sosial Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Istilah normies adalah kependekan dari NORMal Idiot peoplES. Awalnya, istilah ini muncul dari meme luar negeri. Istilah tersebut kemudian digunakan oleh para kaum edgy untuk orang yang sangat menjengkelkan atau berlebihan akan suatu hal.

Secara luas, arti normies adalah merujuk pada orang yang menggunakan media sosial tetapi tingkah dan cara berfikirnya sama seperti orang pada umumnya. Dengan kata lain, normies adalah seseorang yang memiliki tingkah laku dan pemikiran yang mengikuti tren saat ini, namun tidak berani untuk tampil beda.

Ciri-ciri Orang Normies

Pada dasarnya, seseorang yang disebut normies dapat dikenali dengan beberapa ciri-ciri, yaitu:

  1. Mengikuti pemikiran, pendapat, perilaku, tren dari masyarakat di sekitarnya.

  2. Merupakan seseorang yang mainstream dan tidak neko-neko.

  3. Penampilan biasa saja atau tidak keren.

Penggunaan Istilah Normies

Supaya lebih paham, berikut ini penggunaan istilah normies adalah:

  1. Jangan memberi tahu hal ini kepada kaum normies.

  2. Selera musik dia seperti kaum normies.

  3. Tidak perlu menjelaskan hal ini padanya, kaum normies mana paham.

Kumpulan Kata Bahasa Gaul

Ilustrasi media sosial. (via Glamour)
Ilustrasi media sosial. (via Glamour)

Selain kata normies, ada banyak bahasa gaul di kalangan anak muda yang sering digunakan di media sosial maupun terucap secara langsung. Berikut ini beberapa bahasa gaul di kalangan anak muda, diantaranya:

  1. Mantap-mantap, artinya sebuah ungkapan kode menandakan keadaan pasangan yang sedang bermesraan atau bercumbu.

  2. Mukbang, Mukbang dipakai saat akan makan. Biasanya mukbang berarti kenyang Atau menyantap dengan lahap dan dalam porsi banyak.

  3. Anjir atau Anjay, beberapa mengartikannya sebagai anjing. Lebih sebagai pujian untuk sesuatu yang terlihat hebat, dan bukan sebagai makian.

  4. Bosque, dibaca Bos ku. Istilah yang diucapkan untuk seseorang yang dihormati, atau lebih old.

  5. Curcol, artinya curhat colongan. Istilah yang untuk sebuah kondisi dimana seseorang tiba-tiba curhat tanpa pemberitahuan sebelumnya.

  6. Curhat, artinya curahan hati. Istilah untuk seseorang yang menceritakan masalahnya kepada orang lain.

  7. Garing, istilah yang dipakai ketika tidak ada respon terhadap sesuatu. Ketika kita curhat, namun lawan bicara kita tidak merespon maka istilah untuk dia adalah garing banget.

  8. Gercep, artinya gerak cepat. Istilah untuk seseorang yang melakukan segala sesuatu secara cepat, bahkan sudah jalan tanpa disuruh.

  9. G-je (dibaca Geje), artinya gak jelas. Istilah ini digunakan jika kita tidak bisa menangkap maksud atau penjelasan dari seseorang.

  10. Halu, artinya halusinasi. Istilah untuk seseorang yang sedang berkhayal, berimajinasi tinggi tapi tidak bisa mewujudkannya.

  11. Jadul, artinya jaman dulu. Istilah yang dipakai untuk orang atau sesuatu yang masih kuno.

  12. Japri, artinya jaringan pribadi atau jalur pribadi. Istilah yang digunakan ketika kita ingin berkomunikasi secara lebih privat, berdua saja.

  13. Kid jaman now, Istilah yang dipakai untuk menyebut anak jama sekarang.

  14. Komuk, artinya kondisi muka. Istilah yang digunakan untuk menyebut wajah atau muka seseorang.

  15. Kudet, artinya kurang update. Istilah untuk orang yang tidak mengikuti perkembangan jaman.

  16. Kuy, merupakan kebalikan dari yuk. Istilah yang digunakan untuk mengajak seseorang.

  17. Leh uga, singkatan dari boleh juga. Istilah yang digunakan jika seseorang membolehkan sesuatu.

  18. Mager, artinya malas gerak. Istilah untuk kaum rebahan, yang malas mengerjakan apapun.

  19. Manjiw, artinya mantab jiwa. Istilah yang lebih kekinian dari mantul, boleh dikatakan sebagai mantul 2.0.

  20. Mantul, artinya mantab betul. Istilah yang digunakan untuk memuji atau menggambarkan sesuatu yang hebat.

  21. Monmaap, istilah ini merupakan singkatan dari mohon maaf.

  22. Ntaps, artinya mantap. Istilah untuk memuji sesuatu.

  23. Oldies, istilah yang dipakai untuk menyebut generasi tua.

  24. OTW, artinya on the way. Istilah bagi orang yang mau atau sedang berangkat ke tujuan.

  25. Pansos, artinya panjat sosial. Istilah ini digunakan untuk orang yang suka cari-cari perhatian baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

  26. Receh, artinya sepele, murahan atau tidak berkualitas. Istilah ini sering digunakan untuk lelucon atau humor yang sepele.

  27. Rempong, artinya repot atau ribet. Istilah untuk menggambarkan keadaan yang menyusahkan.

  28. Sabi, kata kebalikan dari bisa. Agar bisa kelihatan keren.

  29. Santuy, istilah gaul untuk santai.

  30. Unyu, artinya lucu atau imut. Istilah untuk menggambarkan kelucuan sesuatu.

  31. Uwu, istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan gembira atau lucu. Uwu juga bisa berarti sesuatu yang luar biasa imut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel