Northern Trust Company Lepas 37,50 Persen Saham Metropolitan Land

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham mayoritas PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) yaitu Northern Trust Company SA Reco Newton Pte Ltd melepas keseluruhan kepemilikan saham di MTLA.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/11/2021), Northern Trust Company SA Reco Newton Pte Ltd melepas 2.870.672.500 saham MTLA atau setara 37,50 persen pada 9 November 2021. Northern Trust melepas saham MTLA dengan harga Rp 320 per saham.

Dengan demikian, dana yang diperoleh dari penjualan saham MTLA sekitar Rp 918,61 miliar. Adapun status kepemilikan saham MTLA tersebut langsung. Namun, perseroan tidak menyebutkan tujuan dari transaksi tersebut. Adapun Northern Trust Company SA Reco Newtown Pte Ltd beralamat di Singapura.

Sementara itu,pemegang saham utama MTLA lainnya yaitu PT Metropolitan Persada Internasional menambah kepemilikan saham MTLA.

PT Metropolitan Persada Internasional beli saham MTLA sebesar 62.500.000 atau setara 0,82 persen. Harga pembelian saham itu Rp 320. Dengan demikian PT Metropolitan Persada Internasional merogoh kocek Rp 20 miliar untuk beli saham MTLA pada 9 November 2021.

"Tujuan dari transaksi investasi, status kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen Metropolitan Land.

Berdasarkan data RTI, pemegang saham Metropolitan Land per 31 Oktober 2021 antara lain Northen Trust sebesar 37,50 persen, PT Metropolitan Persada Internasional sebesar 36,70 persen, dan masyarakat sebesar 25,80 persen.

p>* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saham MTLA Naik 21,11 Persen

Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, saham PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) melonjak signifikan jelang penutupan perdagangan Jumat, 12 November 2021. Hal ini setelah PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengumumkan pembelian 15 persen saham MTLA.

Mengutip data RTI, saham MTLA melambung 21,11 persen ke posisi Rp 436 per saham. Saham MTLA dibuka stagnan Rp 360 per saham. Saham MTLA berada di level tertinggi Rp 448 dan terendah Rp 350 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.150 kali dengan volume perdagangan 32.058. Nilai transaksi Rp 1,4 miliar.

Sepanjang 2021, saham MTLA naik tipis 1,4 persen ke posisi Rp 436. Saham MTLA berada di level tertinggi Rp 460 dan terendah Rp 310 per saham. Total volume perdagangan 3.590.162.343 saham dengan nilai transaksi Rp 1,2 triliun. Total frekuensi perdagangan 9.440 kali.

Sementara itu, saham PT Ciputra Development Tbk justru melemah. Pada penutupan perdagangan Jumat, 12 November 2021, saham CTRA merosot 0,89 persen ke posisi Rp 1.115 per saham. Saham CTRA dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.130 per saham.

Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 1.155 dan terendah Rp 1.115 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.289 kali dengan volume perdagangan 436.089. Nilai transaksi Rp 49,4 miliar.

Penguatan saham MTLA menjelang akhir pekan ini di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang alami koreksi signifikan. IHSG turun 0,60 persen ke posis 6.651. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,66 persen ke posisi 951,43. Sebagian besar indeks acuan koreksi.

Sebanyak 304 saham melemah sehingga menekan IHSG. 212 saham menguat dan 155 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.282.201 kali dengan volume perdagangan 45,6 miliar saham. Nilai transaksi Rp 11,6 triliun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel