Nostalgia dengan Irama Dub dan Reggae Klasik Bersama Aset Negara

·Bacaan 1 menit

VIVA – Bagi skena musik ska Tanah air dan Ibu kota pada khususnya, Boriez dan Jenggo adalah bukan nama baru. Boriez dikenal sebagai gitaris, sekaligus pendiri band ska legendaris The Artificial Life. Sementara Jenggo dikenal sebagai vokalis dari band Monkey Boots.

Pada tahun 2019, keduanya sepakat membentuk proyek musik duo dengan mengusung nama Aset Negara Sistem Suara. Aset Negara Sistem Suara memainkan musik reggae dan dub, dalam format sound system.

Sound system sendiri adalah kultur asli Jamaika yang lahir pada akhir dekade 50-an dan berkembang dalam recording industry di era 70-an. Dimana seorang Deejay membuat musik atau riddim, kemudian di isi dengan gaya bernyanyi yang disebut toasting atau singjay.

Duo ini juga telah melepas single berjudul "Reggae Foreplay" dan "Inna Ghetto" dalam format digital pada 2020 kemarin. Ke dua single mereka tersebut, direspon positif oleh komunitas dan penikmat musik pada umumnya.

Tak berselang lama, mereka kemudian melepas debut mini album berjudul “Ilegal Sound” pada 30 April lalu. Album ini diproduksi dan diedarkan oleh Pitahitam Records, dalam bentuk kaset pita.

Ilegal Sound berisikan lima buah lagu, dengan kombinasi klasik reggae dan dub, dengan sedikit sentuhan modernisasi. Kemudian di side B, mereka membawakan ulang lagu milik Sound Dimensions, berjudul “Lakka Wi” yang rilis di tahun 1968, sebagai bonus track.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel