Nostalgia Legenda Persebaya dan Memori Final Liga Indonesia 1996/1997

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Persebaya Surabaya tercatat sukses meraih gelar juara Liga Indonesia (Ligina) pada 1997. Berada di bawah asuhan Rusdi Bahalwan, The Green Force tampil sebagai kampiun setelah mengandaskan perlawanan Bandung Raya dalam pertandingan final.

Persebaya Surabaya diperkuat nama-nama pemain berlabel bintang pada musim itu, mulai dari Aji Santoso, Bejo Sugiantoro, Anang Ma'ruf, Yusuf Ekodono, Uston Nawawi, Carlos de Melo, dan bomber ganas Jacksen Tiago.

Persebaya begitu superior hingga melajut ke partai puncak, bersua dengan Bandung Raya yang merupakan juara bertahan pada musim sebelumnya. Bertempad di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 28 Juli 1997, Persebaya menang 3-1 atas Bandung Raya.

Ketiga gol kemenangan Bajul Ijo diciptakan oleh Aji Santoso, Jacksen Tiago, dan Reinald Pieters. Satu-satunya gol balasan Bandung Raya diciptakan oleh Budiman. Reinald Pieters cukup mengenang laga krusial yang berakhir manis bagi timnya kala itu.

Seperti dalam kanal Youtube Pinggir Lapangan baru-baru ini, Reinald dengan mudah mengingat momen bersejarah yang ia torehkan 23 tahun silam. Musim itu adalah tahun pertamanya berseragam Persebaya dan langsung memberikan gelar prestisius.

"Tentu saya masih ingat skor akhir 3-1 dan saya mencetak gol ketiga. Hasil umpan Jacksen Tiago," kenang mantan pemain Persebaya Surabaya asal Maluku itu.

Pensiun di Persebaya

Yusuf Ekodono (jongkok tengah) bersama rekan Persebaya pada 1997, termasuk Carlos de Mello dan Jacksen F. Tiago, saat menghadapi klub Korea Selatan dalam turnamen segitiga di Surabaya. (Bola.com/Istimewa/Fahrizal Arnas)
Yusuf Ekodono (jongkok tengah) bersama rekan Persebaya pada 1997, termasuk Carlos de Mello dan Jacksen F. Tiago, saat menghadapi klub Korea Selatan dalam turnamen segitiga di Surabaya. (Bola.com/Istimewa/Fahrizal Arnas)

Reinald Pieters termasuk pemain berbakat yang ditemukan oleh Rusdi Bahalwan. Sejak bermain di Persegres Gresik dan juga tim PON Jawa Timur, ia sudah dipantau oleh Persebaya Surabaya.

Potensi besarnya langsung membawa dampak besar bagi tim pujaan Bonek. Selain gelar juara pada 1997, ia cukup setia tetap berada di Persebaya sampai penghujung kariernya, meski sempat berpindah klub.

"Saya di Persebaya sampai 2003. Kemudian pindah ke Persekabpas Kabupaten Pasuruan, Persela Lamongan, dan Persiku Kudus. Balik lagi ke Persebaya sampai gantung sepatu dan bekeja di lingkungan PNS Pemkot Surabaya," jelas Reinald Pietersz.

Video