Nostalgia Roman Chmelo: Meraih Trofi Juara pada Musim Perdana Bersama Arema

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Aksi Roman Chmelo sebagai gelandang serang kental mewarnai perjalanan Arema Indonesia saat meraih trofi juara Liga Super Indonesia 2009/2010. Roman berpesta juara bersama klub kebanggaan Aremania itu setelah melibas tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 5-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (30/5/2010) silam. Dalam laga itu, Roman mencetak dua dari lima gol Arema.

Sukses bersama Arema membuat Roman Chmelo menjadi pemain asing yang langsung sukses di Indonesia pada musim pertamanya. Kemampuan Roman dalam menyuplai bola dari lini tengah membuat Arema ketika itu terbilang dominan musim itu.

Kolaborasinya dengan pemain asing lain, yaitu duo Singapura, Noh Alam Shah dan M. Ridhuan, Pierre Njanka (Kamerun), serta gelandang asal Uruguay, Esteban Gullien, menjadi poros kekuatan Arema. Dalam channel Youtube Dendi41 Santoso, Roman berbagi kenangannya bersama Arema.

"Bermain di Arema adalah pengalaman paling fantastis dalam karier sepak bola saya. Kebersamaan tim, manajemen yang solid, serta totalitas Aremania mendukung kami jadi modal utama dalam setiap laga," ujar Roman yang masih bermain bersama klub amatir di kampung halamannya, Nova Bana, Slowakia.

Roman mengaku masih sering memutar sejumlah video rekaman pertandingannya bersama Arema. Meski jadi pahlawan kemenangan Arema pada laga pamungkas melawan Persija musim 2009-2010, Roman justru menjadikan golnya ke gawang Persibo Bojonegoro pada musim 2010-2011 jadi momen istimewanya.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 17 Oktober, Roman Chmelo membobol gawang Persibo yang dijaga Saifudin ketika laga baru berjalan 57 detik.

Atmosfer Liga Indonesia

Roman Chmelo dan Noh Alam Shah, duet lini depan Arema pada 2009 hingga 2011. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Roman Chmelo dan Noh Alam Shah, duet lini depan Arema pada 2009 hingga 2011. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Selain bersama Arema, Roman Chmelo sempat memperkuat PSM Makassar pada Liga Super Indonesia musim 2014. Tapi, kiprahnya di Juku Eja terbilang singkat dengan hanya tampil pada tiga laga sebelum pulang ke negaranya untuk memperkuat KFC Kalná nad Hronom, klub yang kini bermain di Divisi III Liga Slowakia.

Selain Arema dan PSM, Roman tercatat dua periode bermain di klub Liga Malaysia, PNKS Selangor, yakni pada 2003-2007 dan 2013. Menurut Roman, Liga Indonesia lebih istimewa dibandingkan Malaysia.

"Fasilitas di Malaysia memang lebih baik. Tapi, atmosfer liganya kalah jauh dibandingkan Indonesia, di mana setiap laga yang dimainkan stadion selalu dipadati penonton. Terutama laga Arema di Malang,' ungkap Roman.

Video