Nostalgia Totok Risantono Bersama Persebaya, Meraih Trofi juara Sebagai Pemain dan Pelatih

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Perjalanan karier sepak bola Totok Risantono sangat lekat dengan Persebaya Surabaya. Bayangkan ia hanya membela Bajul Ijo sejak junior awal 1970-an sampai menjadi pelatih pada era 1990-an. Raihannya pun terbilang lumayan.

Sebagai pemain, ia menjadi bagian tim kebanggaan warga Surabaya itu ketika meraih trofi juara Perserikatan 1977/1978. Pada 1990, bersama Rusdy Bahalwan, Subodro dan Zulkifli, Totok Risantono jadi kuartet pelatih Persebaya yang berhasil mengalahkan klub bertabur bintang, Pelita Jaya dengan skor 3-2 di Stadion Utama Senayan, Jakarta.

Seperti diketahui, Piala Utama adalah turnamen yang mempertemukan masing-masing empat klub terbaik dari Perserikatan dan Galatama. Dalam channel Youtube Omah Balbalan, Totok menceritakan perjalanan panjangnya bersama Bajul Ijo yang diawali dengan berkostum Indonesia Muda, klub amatir yang berkiprah di kompetisi internal Persebaya.

Pada 1970, Totok terpilih memperkuat Persebaya Junior di Piala Soeratin 1970. Tercatat tiga kali ia tampil di ajang itu. Malah pada 1974, Totok menjadi kapten tim yang juga dihuni Hadi Ismanto yang belakangan menjadi legenda tim nasional Indonesia.

Berkat penampilannya bersama Persebaya Junior di Piala Soeratin, Totok menjadi bagian program pembinaan pemain muda Indonesia yang berlatih di Diklat Salatiga pada 1975 bersama pelatih top dari Belanda, Wiel Coerver.

"Saya bersama puluhan pemain muda dari berbagai daerah Indonesia mendapatkan ilmu sepak bola dari Wiel Coerver," kenang Totok.

Mengabdi untuk Persebaya

Totok Risantono. (Channel youtube Omah Balbalan)
Totok Risantono. (Channel youtube Omah Balbalan)

Di Diklat Salatiga, Totok Risantono juga melihat langsung serta berlatih bersama dengan deretan pemain terbaik Indonesia yang dipersiapkan menghadapi Pra-Olimpiade Montreal 1976. Di antaranya Anjas Asmara, Rony Paslah, Waskito dan Sutan Harhara.

Totok tergabung di Diklat Salatiga selama dua tahun. Setelah itu, ia kembali ke Surabaya menjadi bagian Persebaya yang tengah bersiap menghadapi kompetisi Perserikatan 1977/1978.

"Meski hanya menjadi pemain cadangan, saya ikut bangga menjadi anggota skuad juara Persebaya musim tu," papar Totok.

Berkat sukses Persebaya itu, Totok mendapatkan pekerjaan sebagai PNS di Pemkot Surabaya. Status ini pula yang membuat Totok menampik tawaran sejumlah klub Galatama seperti mayoritas pemain Persebaya lainnya.

Kesibukan kerja sebagai PNS membuat Totok memutuskan pensiun dini sebagai pemain pada 1980-an. Totok pun memanfaatkan sela waktunya dengan mengikuti kursus pelatih yang kemudian digunakannya untuk melatih Indonesia Muda dan kemudian menjadi bagian tim pelatih Persebaya.

Piala Utama 1990

Totok Risantono. (Channel youtube Omah Balbalan)
Totok Risantono. (Channel youtube Omah Balbalan)

Sebagai pelatih, Totok terbilang sukses mengobitkan pemain ketika menangani Indonesia Muda. Di antaranya Bejo Sugiantoro, Anang Ma'ruf sampai Evan Dimas. Di Persebaya, Totok lebih banyak bekerjasama dengan legenda Bajul Ijo, Rusdi Bahlawan.

Prestasi terbaiknya bersama Persebaya adalah membawa Persebaya meraih trofi juara Piala Utama 1990. Kala itu, selain dirinya, ada nama Subodro dan Zulkifli yang mendampingi Rusdi.

Menurut Totok, sejatinya Yusuf Ekodono dan kawan-kawan diproyeksikan menghadapi kompetisi Perserikatan 1991/1992. Namun, kerja keras dan motivasi tinggi yang diperlihatkan seluruh elemen tim dalam latihan maupun pertandingan membuat Persebaya mampu mengejutkan tim elite lainnya di Piala Utama 1990.

Setiap hari, para pemain berlatih pagi dan sore. Rusdi selaku pelatih kepala Persebaya kerap menggelar uji coba pada pagi hari menghadapi dua tim sekaligus. "Perkembangan pemain dari hari ke hari terus dievaluasi," kata Totok.

Selepas dari juara Piala Utama 1990, Persebaya mengikuti Piala Marah Halim di Medan. Dari ajang itu, manajemen Persebaya yang dikelola Dahlan Iskan yang saat itu menjadi bos Jawa Pos Grup berujicoba di Malaysia dan Singapura sebagai hadiah sekaligus mendapatkan pengalaman bermain di luar negeri.

Totok pernah menjadi careteker pelatih Persebaya di pentas Liga Indonesia musim 1998/1999. Ia didaulat menangani Green Force untuk sementara karena Rusdi mendapat kepercayaan menangani timnas Indonesia.

Debutnya pun terbilang baik dengan membawa Persebaya mengalahkan tuan rumah Barito Putera dengan skor 2-1 di Banjarmasin. Seperti diketahui musim itu, Persebaya menembus final sebelum ditaklukkan PSIS Semarang lewat gol tunggal Tugiyo di Stadion Klabat Manado.

Sumber: Channel Youtube Omah Balbalan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel