Novel Baru Asma Nadia, Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia Diluncurkan Lewat KBM App

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, tahukah kalau novel Assalamualaikum Beijing ada kelanjutannya? Ya, jadi novel karya Asma Nadia ini ada seri keduanya. Berjudul Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia, novel yang terbit delapan tahun sesudah seri pertamanya ini dibuat atas dorongan pembaca yang selalu setia menagih kelanjutan cerita Assalamualaikum Beijing.

Di seri kedua ini, Asma Nadia kali ini menghadirkan kisah Rani, seorang pemeran pengganti di industri film, yang memutuskan memeluk agama Islam demi cinta. Dengan identitas baru sebagai Aisha, ia menyusul sang pujaan hati, Muhammad, ke kota Ningxia di bagian barat laut China yang memiliki banyak populasi penduduk Muslim. Namun, keimanan dan cintanya diuji dengan berbagai batu sandungan yang sering membuat hatinya goyah.

TERKAIT: Review Buku Hidup Apa Adanya Karya Kim Suhyun

TERKAIT: Review Buku Hidup Apa Adanya Karya Kim Suhyun

TERKAIT: Review Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah

Diterbitkan Secara Online Lewat KBM App

Asma Nadia Terbitkan Novel Assalamualaikum Beijing 2./Copyright Media Buffet
Asma Nadia Terbitkan Novel Assalamualaikum Beijing 2./Copyright Media Buffet

Melalui acara peluncuran novel “Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia” karya Asma Nadia pada Selasa, 5 Oktober 2021, Asma Nadia memilih untuk menerbitkan buku ke-65-nya ini lewat KBM App dengan pertimbangan bahwa platform online memberikan kemudahan, kenyamanan dan pengalaman baru bagi pembaca, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Menggandeng KBM App menjadi adaptasi baru yang menyenangkan bagi saya. Tentu sudah menjadi kewajiban sebagai penulis untuk bisa mengikuti perkembangan zaman dan memahami platform yang disukai pembaca. Harapannya novel Assalamualaikum Beijing 2 ini dapat diakses pembaca dengan mudah melalui ponsel, dapat dibaca dengan praktis di mana pun, serta memungkinkan pembaca dan penulis untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman,” kata Asma.

Mengenal KBM App

Berdiri sejak Mei 2020 lalu, KBM App telah tumbuh pesat menjadi sebuah komunitas pembaca dan penulis dengan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai lebih dari 320.000 pengguna. Aplikasi KBM App pada Google Playstore telah diunduh oleh lebih dari 600.000 pengguna. Sebagai wadah alternatif untuk membaca dan mempublikasikan karya, KBM App juga dilengkapi dengan fitur monetisasi yang memberikan insentif menarik.

“Fitur monetisasi ini adalah upaya KBM App untuk memberikan apresiasi yang pantas terhadap ide dan karya penulis-penulis kami. Sistem bagi hasilnya sangat fair, yaitu 60 hingga 70 persen untuk penulis, sisanya baru untuk KBM App. Jadi para penulis di KBM dapat menghasilkan uang dari karya mereka, bahkan sudah banyak penulis yang mengandalkan pendapatan dari KBM App untuk mencukupi kebutuhan hidup,” kata Tendi Murti CEO KBM App.

Bagian Pertama Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia dapat Diakses Gratis di KBM App

Asma Nadia Terbitkan Novel Assalamualaikum Beijing 2./Copyright Fimela
Asma Nadia Terbitkan Novel Assalamualaikum Beijing 2./Copyright Fimela

“Tebal” novel terbaru Asma Nadia ini adalah 47 bab, yang setiap babnya dapat dibaca dengan menukarkan 15 koin emas atau senilai Rp1.500. Sebelum Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia, novel Asma Nadia yang telah diterbitkan secara online di KBM App antara lain Assalamualaikum Beijing, Surga yang Tak Dirindukan 3, Pertama Bilang Cinta, Bidadari untuk Dewa, Nikah Tanpa Pacaran, dan Karena Corona.

"Membaca dan menulis telah memberikan sayap untuk terbang jauh sekali," papar Asma Nadia menutup acara peluncuran karya terbarunya hari ini.

Sepuluh bagian pertama novel Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia dapat diakses secara gratis di KBM App mulai hari ini (05/10) melalui tautan bit.ly/assalamualaikumbeijing2 . Bagi yang ingin langsung membacanya, bisa segera install aplikasinya, ya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel