Novel Baswedan Ungkap Alasan Harun Masiku Tak Kunjung Tertangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Buronan KPK, Harun Masiku belum juga ditangkap. Padahal, Harun sudah menghilang sejak dua tahun lalu.

Harun terbelit kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu anggota DPR RI terhadap mantan Komisioner KPK, Wahyu Setiawan. Saat itu, Harun berstatus Caleg PDIP di Pemilu 2019.

Mantan penyidik KPK, Novel Baswedan membeberkan sejumlah faktor kenapa Harun tak kunjung tertangkap.

"Terkait dengan buronan Harun Masiku, ada yang bertanya kenapa ketika kami di KPK tidak ditangkap, dan sekarang kami mengkritik Firli Dkk," kata Novel dikutip dari akun Twitternya, Senin (23/5).

"Walaupun sebenarnya semua sudah terungkap di media selama ini. Tapi bagus juga bila digambarkan agar jelas," tambah Novel.

Ada Tiga Faktor

Novel menjelaskan, setidaknya ada 3 faktor penting yang menjadi masalah dalam upaya penangkapan Harun Masiku oleh KPK.

Dia mengatakan, pertama pada saat tim KPK melakukan OTT terhadap kasus tersebut, tim diintimidasi oleh oknum tertentu.

"Firli dan kawan-kawan diam saja," kata Novel.

Kemudian kedua, lanjut Novel, tim yang melakukan penangkapan tersebut dilarang untuk melakukan penyidikan. Kuat dugaan, kata Novel, mereka dianggap tidak bisa dikendalikan.

"Sekarang orang-orang tersebut telah sukses disingkirkan oleh Firli Dkk," tegas Novel lagi.

KPK Tidak Cari Harun Masiku

Menurut dia, kasus Harun Masiku diduga melibatkan petinggi partai tertentu. "Pencarian terhadap Harun Masiku saya yakin tidak dilakukan kecuali hanya sekadarnya saja. Apakah ada kaitannya? Hanya Firli Dkk yang tahu," tulis Novel.

Ketiga, kata Novel, Tim yang berhasil melakukan OTT justru ‘diberi sanksi’. Anggota Polri dikembalikan walaupun tidak berhasil. Dari kejaksaan dikembalikan dan beberapa pegawai pengaduan masyarakat (Dumas) dipindah tugaskan oleh Firli dan kawan-kawan.

"Beberapa lainnya disingkirkan dengan proses TWK," ujar Novel. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel