NTB usulkan dana rehab rekon pasca banjir Lombok Barat Rp104 miliar

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengusulkan dana bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Kabupaten Lombok Barat kepada pemerintah pusat melalui BNPB sebesar Rp104 miliar.

"Kita sudah mengajukan proposal bersama Pemkab Lombok Barat kepada BNPB dan kementerian terkait untuk membantu mengatasi pasca banjir di Lombok Barat. Total yang kita ajukan itu nilainya Rp104 miliar," kata Kepala BPBD NTB Sahdan di Mataram, Selasa.

Ia menjelaskan, dana sebesar itu nantinya digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, terutama rumah warga yang rusak akibat diterjang banjir di Kabupaten Lombok Barat pada Senin (6/12).

"Jadi dana ini nanti digunakan bukan untuk rehab saja tetapi juga rekontruksi rumah, logistik dan peralatan yang rusak akibat banjir," ujarnya.

Sahdan menyatakan, meski baru berupa usulan, pihaknya berharap bantuan anggaran tersebut bisa disetujui oleh pemerintah pusat melalui BNPB maupun kementerian terkait. Hal ini untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya rumah-rumah masyarakat yang terdampak banjir.

"Terutama itu rumah-rumah warga yang ada di Kecamatan Batulayar dan Kekait Gunung Sari itu hilang rumahnya disapu karena terbawa arus air," terang mantan Kepala Dinas PUPR NTB ini.

Disinggung apakah usulan bantuan anggaran ke pemerintah pusat tersebut ada klasifikasi rumah untuk rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Sahdan menegaskan bahwa usulannya itu disesuaikan dengan tingkat kerusakannya baik berat, sedang dan ringan.

"Untuk klasifikasi rumah rusak baik berat, sedang dan ringan ini ya seperti itu usulannya. Cuman saya lupa berapa nilainya untuk masing-masing klasifikasinya karena ini sifatnya cepat yah. Makanya kalau usulan ini diterima kita asesmen lagi mana rumah yang rusak berat, sedang dan ringan supaya kita juga tidak salah sasaran," ucap Sahdan.

Menurutnya, berdasarkan data sementara total rumah yang terdampak akibat banjir di Kabupaten Lombok Barat, mencapai 1.850 unit, 37 unit fasilitas pendidikan, satu unit rumah peribadatan dan tiga unit jembatan.

Sementara warga yang terdampak mencapai 9.370 kepala keluarga (KK) atau 28.380 jiwa dengan lima orang meninggal dunia. Jumlah kecamatan terdampak lima dan 38 desa dengan 2.762 pengungsi.

"Kalau untuk pengungsi yang masih bertahan itu ada di Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar Barat, karena memang lokasi ini yang paling parah terdampak banjir di mana rumahnya hancur dan hilang tersapu air," katanya.
Baca juga: Mensos kunjungi korban banjir dan serahkan bantuan di Lombok
Baca juga: Ratusan rumah di Lembah Sari Lombok Barat rusak diterjang banjir
Baca juga: Pakar Unram: Daun sereh wangi bermanfaat tangkal nyamuk pasca-banjir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel