NTT Bakal Tarik Kabel Laut Baru Trans Pasifik

Merdeka.com - Merdeka.com - NTT Ltd. Japan Corporation, Mitsui &Co., Ltd., PC Landing Corp, dan JA Mitsui Leasing, Ltd. mengumumkan peluncuran perusahaan baru, Seren Juno Network Co., Ltd. ("Seren") yang telah didirikan untuk membangun dan mengoperasikan "JUNO", sistem kabel bawah laut trans-Pasifik yang baru dan terbesar berkapasitas maksimum 350Tbps yang akan beroperasi antara Jepang dan Amerika Serikat.

"Dengan pertumbuhan pesat ekonomi digital global dan meningkatnya permintaan akan solusi cloud dan latensi yang lebih rendah, sektor kabel internet bawah laut semakin krusial bagi infrastruktur internet global," jelas Takanobu Maeda, President and Chief Executive Officer, NTT Ltd. Japan Corporation dalam keterangannya, Rabu (27/7).

Dilanjutkannya, kabel bawah laut baru ini adalah upaya bersama terkini yang dipimpin NTT dalam sejarah dan membanggakan dalam menyediakan infrastruktur internet global yang andal.

Menurut firma analis industri telekomunikasi terkemuka, TeleGeography, bandwidth internet global meningkat sebesar 29 persen pada tahun 2021. Pertumbuhan ini diperkirakan akan terus meningkat didorong oleh penerapan teknologi komputasi 5G, IoT, dan edge.

Seren akan menyediakan layanan jaringan yang cepat dan andal bagi perusahaan teknologi global besar, OTT, operator telekomunikasi, dan sebagainya, sehingga memungkinkan mereka untuk memperkuat kapasitas telekomunikasi antara AS dan Asia melalui penjualan, operasi, dan dukungan manajemen yang andal dan aman.

Maeda mengatakan Jepang, yang terletak di tengah-tengah antara AS dan pasar utama Asia, memainkan peran penting sebagai "Data Hub" di kawasan Asia-Pasifik. Untuk itu, JUNO diharapkan dapat melengkapi jaringan kabel bawah laut serta kunci untuk mendukung tulang punggung internet global, dan pertumbuhan lebih lanjut di negara-negara Asia-Pasifik dan di seluruh dunia. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel