NTT Dukung Anindya Bakrie Jadi Ketua Umum Kadin

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Anindya Bakrie untuk maju menjadi ketua umum periode 2021-2026.

"Kita mendukung siapa pun yang maju menjadi ketua umum Kadin. Hari ini Anindya Bakrie datang ke NTT untuk bertemu dengan sejumlah kader Kadin di Kota Kupang," kata Ketua Kadin NTT Paul Lianto kepada wartawan di Kupang, Selasa, 20 April 2021.

Paul mengatakan ada dua calon kuat yang maju dalam bursa calon ketua umum. Salah satunya adalah Anindya Bakrie, yang kini berkunjung ke NTT untuk melihat dan mendengar langsung harapan dari sejumlah anggota Kadin di daerah itu.

Dari kunjungan itu, hal yang menjadi harapan anggota Kadin NTT bisa dijadikan bahan untuk menyusun program-program yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi lokal di NTT maupun ekonomi nasional.

Dia meyakini bahwa kinerja Anindya Bakrie sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, tidak diragukan. "Saya kira Kadin seluruh Indonesia tidak meragukan kinerja Anindya Bakrie, sehingga layak menjadi ketua Kadin untuk periode 2021-2026.”

Anindya mengatakan bahwa kedatangannya ke Kota Kupang sebenarnya sudah direncanakan sebelum-sebelumnya namun baru bisa terealisasi pada Selasa (20/4) ini.

"NTT ini memang selalu dekat di hati. Selama 15 tahun terakhir kita selalu berbicara banyak bagaimana meningkatkan perekonomian di NTT. Sehingga saya sudah cukup kenal dengan daerah ini," ujarnya.

Kedatangannya ke Kota Kupang juga dalam rangka untuk memberikan bantuan senilai Rp250 juta langsung dari Yayasan Bakrie Amanah kepada UMKM di Kota Kupang dan korban bencana alam di Kota Kupang yang nantinya akan disalurkan langsung oleh Kadin NTT.

Ia pun berharap agar bantuan itu dapat dimanfaatkan secara baik untuk peningkatan ekonomi masyarakat di Kota Kupang setelah bencana angin kencang pada Minggu (4/4) lalu akibat siklon seroja. (ant)