NU Harap Seluruh Masyarakat Ikut Vaksinasi Covid-19 Tanpa Terkecuali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat bersedia mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Karena menurut Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, vaksinasi Covid-19 dilakukan bukan hanya untuk kepentingan satu atau dua orang saja, tetapi seluruh rakyat Indonesia.

"Maka kita harapkan semua bangsa Indonesia mau pakai vaksin, karena tidak ada pilihan, tentunya kita pakai vaksin yang ada. Vaksin yang ada itu suatu keharusan bagi bangsa kita untuk vaksinasi. Karena kalau satu vaksin, satu tidak, nanti tidak akan terjadi herd immunity," ujar Marsudi, dilansir Antara, Kamis (25/3/2021).

Marsudi mengatakan, saat ini Indonesia menggunakan vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca. Dia menegaskan, kedua vaksin tersebut sama baiknya, sehingga para kiai NU bersedia divaksin.

"Karena dua-duanya boleh dipakai, maka dipakai oleh para kiai. Fatwa MUI boleh, fatwa NU juga boleh," kata Marsudi.

Menurut dia, manusia tidak bisa hidup masing-masing. Oleh karena itu, menjaga imunitas menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat terlindungi dari risiko Covid-19.

"Salah satu cara meningkatkan imunitas, ya melalui vaksin," ucap Marsudi. Menurut Marsudi, penghuni pondok pesantren salah satu unsur masyarakat yang harus mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Karena setiap hari mereka saling berinteraksi satu sama lain. Dan saat ini, pemerintah memberikan vaksinasi kepada para kiai," jelas Marsudi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Penerima Vaksin Jadi Pahlawan Kemanusiaan

Atlet Bulutangkis Apriyani Rahayu menunjukkan kartu vaksin di Rumah Sakit Olahraga Nasional, Jakarta, Jumat (12/3/2021). Kemenpora bersama Kemenkes melakukan vaksinasi COVID-19 dosis ke-2 kepada insan olah raga nasional dengan menyasar 820 orang secara bertahap. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Atlet Bulutangkis Apriyani Rahayu menunjukkan kartu vaksin di Rumah Sakit Olahraga Nasional, Jakarta, Jumat (12/3/2021). Kemenpora bersama Kemenkes melakukan vaksinasi COVID-19 dosis ke-2 kepada insan olah raga nasional dengan menyasar 820 orang secara bertahap. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan, vaksinasi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam agama.

"Vaksinasi ini masuk dalam kategori hifdzun nafs atau upaya menjaga jiwa yang menjadi salah satu prinsip mendasar dari ajaran Islam," kata Helmy.

Bagi PBNU, lanjut dia, masyarakat yang telah divaksin merupakan pahlawan kemanusiaan yang telah berpartisipasi dalam konteks mencegah dan menekan penyebaran virus Covid-19.

"Siapapun yang mau menjadi relawan dalam program vaksinasi, mereka lah yang disebut pahlawan kemanusiaan," terang dia.

Helmy kemudian menyinggung polemik halal atau haram vaksin AstraZeneca. Dia mengatakan, dalam kondisi darurat vaksin AstraZeneca bukan saja boleh digunakan tapi wajib.

"Ini tentu berdasarkan kajian ilmiah dari para ulama. Lembaga Bathsul Masail PWNU Jatim telah melakukan kajian yang menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca suci dan halal, bahkan para ulama NU di Jawa Timur sudah melakukan vaksinasi menggunakan AstraZeneca," jelas Helmy.

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Atas 60 Tahun Dimulai

Infografis Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Atas 60 Tahun Dimulai. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Atas 60 Tahun Dimulai. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: