NU Instruksikan Nahdliyin Tak Terprovokasi Polemik Ultah Khofifah

·Bacaan 3 menit

VIVA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menginstruksikan seluruh warga NU di provinsi itu agar tidak terprovokasi gejolak politik yang dipicu polemik acara ulang tahun ke-56 Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu malam, 19 Mei 2021.

Instruksi tertuang dalam surat edaran bernomor 933/PW/A-II/L/V/2021 tentang Instruksi Tenang dan Waspada Sosial Politik Pandemi COVID-19 yang dikeluarkan PWNU Jatim pada Selasa, 25 Mei 2021. Surat yang ditujukan kepada seluruh pengurus dan kader NU di semua tingkatan di Jatim itu ditandatangani oleh Rais Syuriah Anwar Manshur, Katib Syafruddin Syarif, Ketua Tanfidziyah Marzuki Mustamar, dan Sekretaris Akhmad Muzakki.

Empat poin tertuang dalam surat itu. “Tetap menjaga ketenangan dan kedamaian di lingkungan masing-masing dari upaya provokasi pihak mana pun yang berorientasi untuk menimbulkan kegaduhan politik,” tulis surat NU Jawa Timur di poin pertama.

Kedua, Nahdliyin diminta tetap menjaga ukhuwah nahdliyyah antarsesama warga atau kader NU di semua tingkatan dan posisi. Ketiga, Nahdliyin diminta mengedepankan prinsip tabayun (klarifikasi) dalam menjalankan tugas sesuai kapasitan dan kompetensinya masing-masing.

“Tetap melakukan gerakan batiniyah-spiritual seraya mematuhi prokol kesehatan guna memohon kepada Allah SWT untuk segera diangkatnya wabah corona di wilayah ini dan terjaganya kondusivitas sosial-politik di dalamnya dalam upaya membangun Jawa Timur yang lebih baik,” bunyi surat di poin keempat.

Wakil Rais Syuriah NU Jawa Timur Anwar Iskandar membenarkan soal keberadaan surat itu. Ia juga membenarkan bahwa surat instruksi itu dikeluarkan menyikapi dinamika politik terkini di Jawa Timur yang memanas akibat polemik tasyakuran ulang tahun Khofifah.

“Itu surat ditujukan khusus kepada warga NU agar bisa mengambil peran yang besar dalam menjaga stabilitas,” kata Anwar dihubungi VIVA melalui sambungan telepon genggam.

Pemimpin Pesantren Al Amien di Kota Kediri itu menuturkan, beban Jawa Timur sudah berat sejak dilanda pandemi COVID-19. Karenanya ia meminta jangan ditambah lagi dengan kegaduhan politik yang kontraproduktif. Apalagi peristiwa yang dibikin ramai belum terklarifikasi secara baik dan jelas.

“Buat kami yang penting di Jawa Timur aman, tenteram, dan tidak terjadi kegaduhan-kegaduhan. Karena beban Jawa Timur sudah berat, dengan COVID-19, ini sudah berat. Dengan ekonomi yang kondisinya seperti ini sudah berat, pendidikannya tidak normal juga berat, masyarakat kecil yang terganggu ekonominya, pokoknya berat,” ujar Anwar.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menggambar kerumunan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, viral di media sosial. Kerumunan itu diduga pesta ulang tahun Khofifah Indar Parawansa atau pada Rabu malam, 19 Mei.

Video itu mulai tersebar di jejaring WhatsApp dan media sosial sejak Kamis kemarin. Sontak setelah itu sebaran meluas di berbagai aplikasi medsos. Bahkan, akun gosip terkenal, Lambe Turah, ikut-ikutan menyebarkan video itu, Jumat, 21 Mei. Tidak ada keterangan video diikutkan dalam unggahan itu.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono mengaku sebagai inisiator acara ulang tahun Khofifah, yang videonya viral karena acara itu menimbulkan kerumunan banyak orang. Kata Heru, acara itu bersifat kejutan atau surprise, karenanya Khofifah tidak tahu-menahu soal rencana itu.

Heru menjelaskan, acara itu hanya dihadiri 30 orang, terdiri dari beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pegawai. Ditambah petugas Gedung Negara Grahadi, total orang yang hadir di acara itu berjumlah 50 orang. Jumlah itu jauh lebih sedikit dari kapasitas normal Grahadi sebanyak 2.000 orang. Karena itu ia menegaskan tidak ada kerumunan dalam acara tersebut.

“Ibu Gubernur pun tidak tahu kalau kita membuat acaa. Ini surprise. Karena apa? Ibu Gubernur selalu memberikan perhatian kepada stafnya setiap ulang tahun. Saya ulang tahun diperhatikan,” kata Heru saat diklarifikasi soal video kerumunan ultah Khofifah.

Khofifah juga mengklarifikasi dan meminta maaf soal itu melalui jejaring grup WhatsApp dan akun Instagram Pemprov Jatim pada Sabtu, 22 Mei. Ia mengklaim acara itu bukan inisiatifnya dan di lokasi sudah sesuai protokol kesehatan. Video yang beredar, menurutnya, pengambilan gambar saat acara akan bubar.

Polemik pesta ultah Khofifah itu kini bergulir di Kepolisian Daerah Jawa Timur setelah sejumlah orang melaporkan Khofifah, Wakil Gubernur Emil Dardak, dan Heru Tjahjono kepada polisi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel