Nuansa Beda Sedekah Laut di Cilacap Setelah Digelar Rutin Ratusan Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Cilacap - Gelar budaya sedekah laut di Cilacap, Jawa Tengah tahun ini digelar dengan nuansa berbeda. Sedekah laut digelar lebih sederhana.

Sedekah laut digelar dua hari, yakni Kamis dan Jumat (26-27/8/2021). Seluruhnya dilakukan dengan berbagai pembatasan untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Sedekah laut merupakan gelaran budaya tahunan nelayan di Kabupaten Cilacap, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki. Gelaran ini juga upaya untuk melestarikan budaya yang sudah ratusan tahun digelar masyarakat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan salah satu yang dilakukan berbeda adalah prosesi larung jolen. Gunungan berisi hasil bumi dan lainnya itu dilarung dari tempat masing-masing rukun nelayan.

Dikhawatirkan jika dilakukan di satu tempat akan memicu kerumunan masyarakat. Ini sangat berisiko terjadi mengingat sedekah laut Cilacap normalnya selalu didatangi oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

“Untuk mencegah adanya kerumunan masyarakat yang ingin menonton, larungan jolen ini dibawa dari rukun nelayan dan kelompok nelayan dari lokasinya masing-masing,” kata Nyoman.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengamanan Sedekah Laut

Larung jolen di Samudra Hindia dalam prosesi sedekah laut di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (27/8/2021). (Foto: Liputan6.com/Basarnas Cilacap)
Larung jolen di Samudra Hindia dalam prosesi sedekah laut di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (27/8/2021). (Foto: Liputan6.com/Basarnas Cilacap)

Sebanyak 10 jolen dilarung di laut lepas Samudra Hindia. Delapan jolen dari rukun nelayan dan dua jolen dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap di laut lepas Samudra Hindia. Kapal dan perahu beriringan sedangkan masyarakat menonton pemberangkatan tersebut dari lokasi berbeda.

“Iring-iringan kapal yang membawa jolen dan masyarakat nelayan yang ikut menyaksikan keluar dari dermaga PPSC secara serentak,” ucap dia.

Dalam larung jolen di Samudra Hindia tersebut, Basarnas menerjunkan 12 personel dengan dua RIB (Rigit Inflatable Boat) beserta perangkat pendukungnya.

“Pengamanan ini dilakukan setiap tahunnya kita selalu ikut serta dalam pengamanan sedekah laut ini baik itu pengamanan lewat darat dan lewat laut,” ucap dia.

Sebelumnya, pada Kamis (26/8), prosesi sedekah laut perjalanan lewat darat dan laut juga telah dilakukan oleh nelayan Cilacap di Pantai Karangbandung, Nusakambangan. Jika ditempuh perjalanan darat, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam.

“Semua kegiatan pengamanan berjalan dengan lancar dan tidak ada terjadinya yang mengakibatkan adanya korban jiwa,” tandasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel