Nur Hardianto Berambisi Akhiri Tren Buruk Arema pada Pekan Ini

Bola.com, Malang - Arema FC baru saja melewati tiga laga tanpa kemenangan, yakni dua kali kalah di kandang Persib Bandung dan Bhayangkara FC. serta ditahan Persija Jakarta saat tampil di Malang.

Kondisi ini tentu membuat tim Singo Edan resah. Kans untuk finis sebagai runner-up musim ini kian kecil karena menyisakan lima laga lagi. Sementara, posisi mereka masih di urutan keenam dengan 42 poin.

Striker Arema, Ahmad Nur Hardianto mengaku semua pemain tidak ingin dalam kondisi seperti ini. Apalagi, sekarang dia jadi striker utama setelah Sylvano Comvalius masih dalam tahap pemulihan kondisi setelah cedera hamstring.

“Setiap pertandingan, kami ingin menang, karena itu saya meminta maaf kepada suporter setelah tiga pertandignan sebelumnya belum bisa memberikan kemenangan lagi,” kata pemain asal Lamongan itu.

Kesempatan mengakhiri tren negatif itu terbuka lebar akhir pekan ini. Singo Edan akan menjamu tim papan bawah, Kalteng Putra di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (1/12/2019).

Di atas kertas, Arema diunggulkan. Selain faktor main di kandang, pemain tidak ingin mengecewakan Aremania lagi. Di sisi lain, Arema ingin membalas kekalahan 2-4 di kandang Kalteng Putra saat putaran pertama.

“Kami akan berusaha lebih keras. Kemenangan ini sangat penting bagi Arema FC,” lanjut mantan pemain Timnas Indonesia U-23 ini.

Komposisi Lebih Lengkap

Tim Arema dengan jersey Corsa yang tidak menempel di semua pemain ketika melawan Persija di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (23/11/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Saat melawan Kalteng Putra, komposisi pemain Arema FC lebih lengkap. Dua pemain yang sempat absen karena akumulasi kartu, Makan Konate dan Alfin Tuasalamony, sudah bisa turun kembali. Itu membuat kekuatan Singo Edan lebih garang.

Pasalnya, dalam dua laga terakhir, pelatih Arema, Milomir Seslija mengaku timnya kurang kreatif ketika membangun serangan. Itu yang membuat permainan Arema lebih monoton dan mudah terbaca lawan.

Deretan striker Arema juga jarang mendapat umpan matang. Mereka harus rajin membuka ruang dan terpaksa melepaskan tendangan dari posisi yang kurang ideal.