Nur Wahid: Perbatasan PNG dan Malaysia Rawan

Banjarmasin (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR-RI, Dr Hidayat Nur Wahid, MA dari Partai Keadilan Sejahtera, menilai, perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia dan Papua Nugini (PNG), paling rawan dan bisa mengancam disintegrasi bangsa.

"Namun kerawanan perbatasan Indonesia dengan dua negara tetangga tersebut (Malaysia dan PNG/Papua Nugini), berbeda," katanya menjawab ANTARA Banjarmasin, Minggu usai menghadiri halal bihalal keluarga besar PKS se Kalimantan Selatan, di Banjarmasin.

Ia menerangkan, kalau kerawanan perbatasan Indonesia dengan Malaysia yang paling menonjol, yaitu dari segi sosial ekonomi, seperti tingkat kesejahteraan rakyat negeri jiran terlebih lebih baik.

Sementara kerawanan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini dari segi keamanan negara, ungkap mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI itu, tanpa merinci.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia belakangan terus berupaya menghilangkan kerawanan-kerawanan tersebut, melalui pembinaan tertorial, baik secara langsung maupun tak langsung, seperti lewat siaran atau pemberitaan.

Untuk itu pula, pemerintah Indonesia terus menambah jaringan dan daya kemampuan siaran, baik Radio Republik Indonesia (RRI) maupun TVRI agar bisa terdengar atau tertangkap siarannya di daerah-daerah perbatasan tersebut.

"Dengan mendengar atau mengetahui siaran radio dan pemberitaan televisi Indonesia, warga perbatasan dapat pula mengetahui bagaimana perhatian serta upaya-upaya pemerintahnya," lanjutnya didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel, Ibnu Sina.

Sedangkan pembinaan secara teritorial secara langsung antara lain, menempatkan personil Tentera Nasional Indonesia (TNI) di daerah-daerah perbatasan dan menyatu dengan masyarakat setempat.

Mengenai Indonesia ke depan, mantan Presiden Partai Keadilan (PK) yang kini menjadi PKS itu, berharap, ada keadilan dan kepastian hukum agar pencitraan lebih baik, baik internal bangsa sendiri maupun luar negeri.

Karenanya pengalaman buruk masa lalu jangan terulang dan segala kelemahan harus makin diperkuat, sehingga Indonesia makin berjaya di dunia internasional, demikian Hidayat Nur Wahid.

Halal bihalal keluarga besar PKS se Kalsel berlangsung di aula TVRI Kalsel, Jalan A Yani Km6 Banjarmasin.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.