Nusron: Holding BUMN Ultra Mikro Bawa Manfaat Besar

Agus Rahmat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian BUMN, siap membentuk holding BUMN ultra mikro. Rencana itu mendapat tanggapan positif dari Komisi VI DPR.

Holding yang rencananya dibentuk adalah PT BRI (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan PT Pegadaian (Persero). Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, holding ini memberi manfaat yang sangat besar.

"Merger akan membawa manfaat yang besar bagi ketiga BUMN tersebut," kata Nusron Wahid, Minggu 14 Februari 2021.

Baca juga: Jajal KMP Kaldera, Menko Luhut Pantau Proyek DPSP Danau Toba

PNM selama ini menjadi andalan Presiden Jokowi, untuk menangani program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), yang merupakan permodalan untuk usaha mikro. Jokowi kerap kali menghadiri agenda Mekaar ini, dan berbincang langsung dengan penerimanya.

Bagi PNM dengan bergabung ke BRI akan dapat memanfaatkan sumber dana dari BRI guna akselarasi pembiayaan ultra mikro melalui paket program Mekaar dan Ulamm (Unit Layanan Modal Mikro). PT PNM bisa segera memenuhi targetnya yaitu 40 juta nasabah.

Sementara untuk BRI, bisa memperoleh benefit calon nasabah potensial, dari Mekaar yang sudah naik kelas langsung bisa menjadi nasabah mikro BRI, baik lewat KUR maupun non KUR.

"Sehingga nasabah bisa cepat berkembang usahanya," lanjut Nusron.

Mekaar sejak diluncurkan pada November 2015, telah memiliki 405 kantor cabang dan telah melayani 509,687 nasabah. Targetnya adalah perempuan atau ibu-ibu, yang ingin membangun usaha dalam skala mikro. Mereka bisa naik kelas jika ingin mengembangkan usaha.

Bagi PT Pegadaian, kata Nusron, usaha gadai mikro juga akan cepat tumbuh. Dengan dukungan dari BRI, juga bisa memanfaatkan jaringan kantor dan marketing serta IT yang dimiliki oleh bank BUMN tersebut.

"Jadi ini mutual benefit. Yang diuntungkan BUMN yang bersangkutan dan nasabah. Ini membuat usaha mikro menjadi atraktif," jelas mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.