Nusron Wahid: Selama Pimpin Ansor, Tak Ada Nama Abu Janda Beredar

Syahrul Ansyari, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA - Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid, angkat bicara mengenai Permadi Arya atau Abu Janda. Pria yang dikenal aktif di media sosial khususnya Twitter itu kini ramai diperbincangan masyarakat karena diduga melakukan tindakan rasis dan menghina agama Islam.

"Banyak yang tanya ke saya soal Abu Janda. Saya jawab: saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu. Selama memimpin Ansor 2020-2015 tidak ada nama itu beredar," kata Nusron Wahid dikutip dari laman Twitternya @NusronWahid1 di Jakarta, 1 Februari 2021.

Ia menyebutkan bahwa dari tutur kata yang disampaikan oleh Abu Janda tidak mencerminkan sebagai warga Nahdliyin.

"Dari sikap dan bicara, tidak nampak tawasuth, taawazun, tasamuh dan i'itidal ala kader NU. Semoga NU dijauhkan dari penumpang yang ingin merusak dari dalam," katanya.

Baca juga: Diam-diam Abu Janda Sudah Diperiksa Bareskrim

Kemungkinan, lanjut dia, bahwa Abu Janda ini pernah ikut Diklatsar Banser baru 2017 di Magelang, Jawa Tengah. "Bisa jadi iya. Tapi saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu. Sebab saya sudah tidak jadi Ketum Ansor sejak November 2015. Meski sudah diklatsar, tetap saja sikapnya tidak nampak seperti kader NU," tegasnya.

Sebelumnya, Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika pada Minggu, 24 Januari 2021. Lalu, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya.

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul.

Abu Janda lantas membalas cuitan Tengku Zulkarnain tersebut. Dia menyebut Islamlah yang arogan karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.