Nyali 2 Polisi Militer Hentikan Laju Kendaraan Pasukan Setan TNI

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tak perlu diragukan lagi bagaimana kualitas pasukan Batalyon Infanteri Raider 315/Garuda, sebagai salah satu satuan elite dari Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi. Tapi, apa jadinya jika ada dua orang yang berani mengadang laju satuan yang dikenal dengan julukan "Pasukan Setan" ini?

Lewat pantauan VIVA Militer dari akun sebuah Youtube, terdapat video yang menunjukkan pelaksanaan operasi razia gabungan anggota Kepolisian Resor (Polres) Bogor Kota dan personel Polisi Militer (Pom) TNI Angkatan Darat.

Dalam video yang berdurasi 3 menit 45 detik itu terlihat, ada sebuah truk yang membawa sejumlah prajurit TNI dihentikan lajunya oleh seorang anggota Polisi Militer.

Tampak di bagian atas kaca mobil ada stiker betuliskan "Garuda". Ternyata, truk itu berasal dari Yonif Raider 315/Garuda. Setelah digiring menepi, sang pengemudi yang juga seorang prajurit TNI memperlihatkan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Tak hanya itu, para anggota Polisi Militer dari Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/1 Kostrad juga merazia dua anggota Yonif Raider 315 /Garuda lainnya, yang menggunakan sepeda motor. Para prajurit TNI ini juga diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan yang digunakannya.

Ternyata, dari sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat dari Yonif 315 yang terjaring razia Polisi Militer, tak ada yang melakukan pelanggaran.

Menurut salah satu prajurit TNI dari Yonif 315, Kopral Dua (Kopda) Pramu, kesatuannya senantiasa memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Mulai dari Surat Tanda Kepemilikan Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Tak hanya itu, data-data ini bahkan tercatat di Provos.

"Ya aman. Persiapan terutama kelengkapan kendaraan ini, surat-surat, STNK, SIM. Selalu ada pemeriksaan rutin di kesatuan kami, dari SIM dan STNK. Kalau di kesatriaan itu diperiksa dan memang didata di Provos," katanya.

Perlu diketahui, beberapa dari tugas utama Polisi Militer adalah penegakan disiplin, hukum, dan tata tertib di lingkungan militer. Hal ini dilakukan untuk mendukung tugas pokok militer, dalam hal ini TNI Angkatan Darat. Oleh sebab itu, anggota Polisi Militer Polisi militer berhak menindak anggota TNI yang melakukan pelanggaran.