Nyali Mantan Bek Tangguh Arema FC Ini Mendadak Ciut Tiap Kali Naik Pesawat

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Arema FC pernah memiliki bek tangguh kelahiran Kamerun, Thierry Gathuessi. Namun kegarangannya mendadak hilang tiap kali ia menaiki pesawat di Indonesia.

Pemain yang juga memegang paspor Perancis itu jadi bagian tim berjuluk Singo Edan musim 2013/2014 silam. Thierry Gathuessi didatangkan dari tim tangguh Sriwijaya FC kala itu.

Ia dikenal sebagai bek yang tak cuma garang di atas lapangan, tapi juga versatile. Sebab selain beroperasi di tengah, ia juga bisa dimainkan sebagai bek kiri.

Tapi di balik kegarangannya, ada satu hal yang membuat nyalinya ciut. Yakni saat melakukan perjalanan away dengan pesawat terbang.

Jika terbang dalam cuaca buruk dan pesawat beberapa kali terguncang, wajah Thierry langsung berubah tegang dan mulutnya tak berhenti membaca doa. Sementara tangannya terlihat memegang erat kedua sandaran kursi.

Pemandangan seperti itu sudah biasa bagi pemain Arema. Mereka paham Thierry punya alasan sendiri kenapa sangat khawatir dengan transportasi udara di Indonesia.

Saat di Perancis, dia mengetahui informasi jika banyak pesawat yang sudah tua beroperasi di Indonesia. Ditambah lagi ada beberapa kecelakaan pesawat terbang terjadi saat dia main di Indonesia.

Informasi itu yang membuatnya merasa kurang tenang dengan penerbangan domestik di Indonesia. Berbeda saat Thierry Gathuessi pulang ke Perancis. Ia bisa duduk tenang seperti penumpang lainnya. "Kalau bisa, saat terbang, lebih baik saya tidur saja,” kata pemain yang pensiun pada 2017 ini.

Dihibur Rekan Setim

Bek Barito Putera, Thierry Gathuessi, bersemangat menyambut pertemuan dengan Arema Cronus. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Bek Barito Putera, Thierry Gathuessi, bersemangat menyambut pertemuan dengan Arema Cronus. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Untungnya selama tujuh tahun berkarier di Indonesia, dia tidak pernah mengalami insiden dalam pesawat. Selama ini hanya guncangan-guncangan saat terbang dalam cuaca buruk yang dialaminya.

Tapi itu sudah cukup membuat nyalinya ciut. Apalagi di kompetisi Indonesia, mayoritas away harus menggunakan pesawat sehingga dia tidak punya pilihan lain.

"Saya tidak punya trauma (insiden pesawat). Tapi hanya khawatir saja kalau cuaca tidak bagus," elaknya.

Sebenarnya Thierry sering dihibur oleh rekan-rekannya saat merasa khawatir didalam pesawat. Beberapa di antaranya mengajaknya bercanda.

Ketika wajah Thierry mulai tegang karena pesawat bergoyang, kadang masih ada pula yang coba membuat guyonan agar Thierry tertawa. Tapi bek yang pernah bermain di Persiram Raja Ampat itu baru tertawa lepas ketika pesawat sudah mendarat.

Video