Nyali Prajurit Raider TNI Tantang Menantu Jenderal Luhut Duel

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebah cerita unik saat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando (Mako) Batalyon Infanteri Raider Khusus (Yonif Raider Sus) 744/Satya Yudha Bhakti (SYB), Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 17 Desember 2020 lalu.

VIVA Militer memantau kunjungan kerja pria yang merupakan menantu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (RI), Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, dalam video yang diunggah oleh akun Youtube resmi Komando Resor Militer (Korem) 161/Wira Sakti.

Dalam kesempatan tersebut, Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1992 ini mendatangi seluruh prajurit TNI yang bertugas di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Maruli sempat memberikan arahan kepada anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider Khusus 744/SYB dan Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 3/105 Tarik. Pria kelahiran Bandung 50 tahun silam, menegaskan bahwa kebanggaan setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah penugasan.

Selain itu, Maruli juga mengingatkan bahwa setiap prajurit TNI telah disumpah untuk senantiasa siap ditempatkan di mana pun dan rela berkorban untuk membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai titik darah penghabisan,

"Tentara itu, kebanggaan yang paling tinggi adalah penugasan. Kita sudah disumpah untuk siap ditempatkan di mana saja. Kita bersumpah bahkan sampai membela negara sampai darah penghabisan. Jadi jangan ragu-ragu dalam melaksanakan tugas di mana pun kita berada,"

Cerita unik itu terlihat saat Maruli mendatangi Mako Yonif Raider Sus 744/SYB. Seorang anggota Yonif Raider Sus 744/SYB yang diketahui bernama Prada Ahmad, melakukan duel adu panco dengan Maruli yang notabene jenderal berbintang dua.

Pertarungan adu panco antara Maruli dan Ahmad menjadi pusat perhatian sejumlah prajurit Raider Sus 744/SYB. Bisa dipastikan, betapa bangganya Ahmad yang merupakan Tamtama TNI bisa bertarung langsung dengan Maruli yang merupakan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat.

Meskipun hanya duel persahabatan, wajah Maruli dan Ahmad tampak serius menghadapi duel ini. Meskipun usianya sudah memasuki kepala lima, tenaga Maruli yang pernah menjabat sebagai Komandan Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tetap terlihat dahsyat. Alhasil, Maruli pun mampu mengalahkan Ahmad yang usianya tentu jauh berada di bawahnya.