Nyalon Presiden, Rhoma Ngaku Tak Punya Uang

TEMPO.CO, Jakarta - Meski bertekad akan maju menjadi calon presiden pada pemilihan umum 2014 mendatang, namun penyanyi dangdut Rhoma Irama mengaku tidak mempunyai cukup uang untuk modal politik. Meski demikian, dia juga tidak punya keinginan untuk mencari sponsor alias penyandang dana.

"Saya tidak berambisi menjadi presiden, jadi tidak perlu menyiapkan uang," kata Rhoma kepada Tempo saat ditemui di Rumah Makan Tempo Doeloe, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jumat malam, 7 Desember 2012.

Menurut Rhoma, keputusan untuk maju menjadi calon presiden bukan kemauannya sendiri, melainkan karena didorong-dorong oleh para habaib, ulama, politisi, dan teman-temannya sesama artis. "Kalau calon presiden yang ambisi mungkin sudah menyiapkan banyak finance sebagai modal politik, tapi saya tidak cukup uang untuk melakukan semua itu," ujar Rhoma yang mengenakan kemeja batik lengan pendek dan bersandal hitam.

Karena tidak terlalu berambisi, Rhoma menambahkan, dirinya mengaku mengalir saja dalam mengikuti dinamika politik yang berkembang terhadap pencalonannya. Misalnya, saat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, mengajaknya bertemu di sebuah restoran di Jakarta beberapa waktu lalu.

Rhoma juga menerima dengan tangan terbuka soal wacana dukungan Partai Persatuan Pembangunan terhadap langkahnya tersebut. "Dalam waktu yang tidak lama lagi akan ada pertemuan partai-partai berbasis Islam untuk membahas pencalonan saya, tapi saya tidak bisa menyebutkan sekarang," ujar Rhoma.

KUKUH S WIBOWO

Terpopuler:

Di Rumah Choel Mallarangeng Berseliweran Mobil Mewah  

Alphard Misterius Datangi Rumah Choel Mallarangeng 

Andi Mallarangeng Pernah Dibuat Pusing Jokowi 

Inilah Harta Kekayaan Andi Mallarangeng 

Putri Andi Mallarangeng ''Meledek'' Wartawan 

Setelah Andi, Ini Pengakuan Choel Mallarangeng 

4 Kandidat Pengganti Andi Mallarangeng

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.