Nyanyang Juhana, Kiprah Singkat di Persib, dan Kecelakaan yang Hampir Hancurkan Kariernya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Nama Nyanyang Juhana mungkin asing bagi sebagian Persib Bandung, terutama generasi terkini. Ia merupakan mantan pemain Persib yang sebenarnya sempat memiliki potensi dan masa depan cerah.

Khususnya ketika membela Maung Bandung di akhir era 1990-an. Kariernya juga cukup singkat bersama Persib, diiringi situasi harus jatuh bangun karena musibah yang pernah ia alami.

Pada Januari 2021, ia menceritakan pengalaman kariernya di dunia sepak bola, mulai awal belajar bermain hingga lika-likunya di sejumlah klub yang pernah dibela selain Persib Bandung.

Nyanyang Juhana merupakan pesepakbola asli Bandung yang pada mulanya berposisi sebagai striker. Posisi itu mulai dilakoninya ketika masih belajar di SSB UNI Bandung. Lantas ia naik level ke Persib Junior di ajang Piala Soeratin, menembus tim Persib U-23, hingga tim senior Persib seangkatan Zaenal Arif, Suwita Pata.

"Di luar prediksi saya bisa masuk Persib Bandung, bermain dengan Ajat Sudrajat, Sutiono yang menjadi idola saya sejak kecil. Alhamdulillah terwujud bermain dengan pemain-pemain hebat itu," terang Nyanyang Juhana dalam kanal YouTube Simamaung.

"Satu tim dengan Zaenal Arif, Suwita Para. Saat debut tidak menduga bisa dimainkan starter lawan Persikota. Meski sayangnya gagal membawa hasil positif di pertandingan itu. Lalu saya pindah ke Persikabo musim berikutnya 2001," tuturnya.

Alami Kecelakaan

Persib Bandung Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
Persib Bandung Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Setelah hijrah ke Persikabo Bogor, Nyanyang Juhana memiliki posisi baru, yakni dimainkan sebagai seorang bek tengah atau stopper. Tak butuh waktu lama ia menyesuaikan diri dengan posisinya itu, hingga musim berikutnya ia berjodoh lagi dengan Persib atau pada 2002.

Sayang, Nyanyang tertimpa musibah saat dirinya mengalami kecelakaan motor yang hebat. Dia yang sedang berkendara motor bersama calon istrinya saat itu mengalami tabrakan dengan angkot di Bandung.

Kecelakaan yang membuatnya kakinya mengalami luka yang parah, bahkan dokter yang merawatnya pesimis Nyanyang bisa melanjutkan kariernya di sepak bola. Ditambah persepsi orang lain yang menduga kecelakaan itu akibat ulahnya sendiri yang dianggap sedang mabuk.

Namun hal itu dibantahnya. Nyanyang Juhana mengaku kecelakaan itu murni musibah. Di sisi lain, ia juga sedang dalam kondisi gembira karena kembali berseragam Persib.

"Kejadian hari Jumat di jalan Pahlawan, saya kecelakaan menabrak angkot. Yang saya sayangkan orang bilang saya sedang mabuk dan naik motor ugal-ugalan. Padahal posisi saya baru jalan dan posisi di tengah jalan, ada angkot berlawanan mau menyalip dan terjadi kecelakaan musibah itu," kenangnya.

"Saya tidak dalam kondisi mabuk dan tidak ugal-ugalan, justru dalam keadaan gembira karena bersama dengan calon istri saya waktu itu. Banyak orang bilang saya tidak bisa bermain bola lagi. Tapi saya masih punya hasrat bermain untuk Persib," ujarnya.

Bangkit dari Ketepurukan

Setelah kecelakaan itu, impian Nyanyang kembali ke lapangan hijau seperti sudah sirna. Ia bercerita kakinya 100 persen hancur dan dokternya menyebut butuh mukzijat bisa main bola lagi.

Padahal saat itu berjarak satu minggu setelah Nyanyang menandantangani kontrak dengan nominal Rp20 juta bersama Persib. Sementara ia harus mengeluarkan biaya Rp45 juta untuk penyembuhannya.

Kerja keras Nyanyang untuk bangkit dan bisa kembali ke lapangan terbayarkan. Butuh sekitar tiga tahun baginya melewati masa-masa sulitnya akibat kecelakaan itu. Proses penyembuhan hingga kembali belajar bermain berjalan mulus.

"Karena motivasi bermain bola yang besar, anjuran dokter, dan arahan pelatih. Satu setengah tahun istirahat total, satu setengah tahun berikutnya penyembuhan. Mengadu nasib di Persipasi Bekasi dan Perseman Manokwari," beber Nyanyang Juhana.

"Saya harus bangkit, jika jalan ke kanan tidak mulus ya belok kiri," tegasnya.

Setelah pensiun dari sepak bola, Nyanyang lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya. Menyalurkan hobi yakni memelihara burung merpati. Hingga menjadi wiraswasta setelah tidak lagi bekerja di DAMRI Bandung.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini