Nyanyian Ulang Tahun dari Dalam Gedung DPR, di Luar Pagar Pedas Kritik Demonstran

Merdeka.com - Merdeka.com - Lagu 'Selamat Ulang Tahun' dari band Jamrud menggema di ruang Paripurna DPR. Ramai-ramai anggota DPR berdiri, bertepuk tangan dan ikut bernyanyi. Perayaan itu ditujukan untuk Ketua DPR Puan Maharani.

Mulanya, terdengar ucapan selamat ulang tahun dari pengeras suara saat rapat berlangsung. Ucapan itu kemudian disusul oleh nyanyian lagu yang diikuti seluruh anggota DPR.

Dari kursi pimpinan, Puan ikut berdiri dan terlihat semringah sembari bertepuk tangan. Riuh anggota DPR terdengar usai Puan berpidato dan menyerahkan laporan kinerja DPR tahun sidang 2021-2022.

Momen perayaan di ruang sidang paripurna itu berbarengan dengan ribuan buruh dan mahasiswa menggelar demo menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPR.

Banyak pihak bereaksi negatif. Salah satunya fraksi PKS yang menyatakan walkout dari ruang rapat paripurna. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap buruh yang menuntut BBM bisa diturunkan.

Massa buruh juga menyentil sikap Puan Maharani yang di masa lalu sampai menangis ketika Presiden RI Sulilo Bambang Yudhoyono menaikkan harga BBM. Namun, kini Puan cenderung diam setelah PDIP menjadi penguasa.

"Dulu ketika di zaman SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) semua kadernya PDIP wabilkhussus Puan Maharani yang sekarang Ketua DPR itu kan nangis-nangis ada kenaikan BBM. Nangis-nangis gitu seolah-olah berpihak kepada rakyat," tutur orator aksi, Gunarto saat demo.

Gunarto mempertanyakan sikap Puan Maharani kini atas kenaikan harga BBM usai menjabat sebagai Ketua DPR. Terlebih, peningkatannya pun terbilang sangat tinggi, seperti pertalite yang menyentuh hingga 30 persen.

"Apakah dia juga nangis terhadap kenaikan BBM yang sekarang?," jelasnya.

Mengolok-Olok Rakyat

Kritik juga disampaikan peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Lucius menilai perayaan ulang tahun Puan itu seolah mengolok-olok rakyat yang sedang memperjuangkan nasib di luar gedung parlemen.

"Dua panggung yang bertolak belakang, jadi DPR sebagai wakil rakyat justru sulit untuk kita katakan sebagai wakil rakyat sebagai disaat yang sama ada rakyat yang menjadi wakil mereka yang mereka wakili itu sedang ingin datang menghubungi mereka tapi mereka justru sibuk sendiri di dalam ruangan paripurna," kata Lucius saat dihubungi, Sabtu (10/9).

demo teatrikal tolak bbm di dpr
demo teatrikal tolak bbm di dpr

©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Menurut Lucius, tindakan anggota parlemen itu sangat kontras dan sangat tidak elok dilakukan saat rakyat sedang susah. Sebagai anggota parlemen yang telah ditunjuk sebagai wakil rakyat, kata Lucius, mereka punya kewajiban untuk mendengar aspirasi rakyatnya.

Meskipun sudah diatur dalam undang-undang, seharusnya anggota DPR berinisiatif untuk dapat bertemu dan merespons pendemo.

"Karena anggota DPR itu tidak diterima dari surga tapi suara rakyat yang menyuarakan yang ada di luar pagar DPR itu. Mereka dipercayakan rakyat untuk bekerja, masa mereka datang tapi dicuekin. Jadi saya kira tanpa perlu diatur bila ada rakyat datang yang mengeluarkan aspirasi harusnya diterima," tegasnya.

DPR Rusak Kepercayaan Rakyat

Perayaan ulang tahun saat rakyat sedang demo itu dinilai mengkhianati kepercayaan publik jelang pemilu pada 2024. Lucius mengungkapkan tingkat kepercayaan publik sudah menurun drastis dengan ulah para politisi Senayan.

"Dapat langsung terlihat, DPR itu sebagai dewan perwakilan rakyat tidak pernah mendapatkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik. Kalau lembaga DPR yang semestinya bekerja di atas prinsip legistimasi, tingkat kepercayaan yang rendah itu sudah membuat DPR itu tidak mempunyai banyak alasan membuat kebijakan lagi," tuturnya.

demo teatrikal tolak bbm di dpr
demo teatrikal tolak bbm di dpr

©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Lucius menuturkan, sikap-sikap anggota DPR demikian lah yang sebenarnya menyebabkan partisipasi publik rendah saat pemungutan suara Pemilu 2024.

"Karena kebijakan yang tidak dipercaya oleh publik itu pasti akan selalu mendapat penolakan yang tinggi dari publik dan ini yang menyebabkan rendahnya partisipasi publik dalam pemilihan nanti," tambahnya.

Respons Puan Maharani

Puan Maharani angkat suara terkait aksi demo soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dia mengatakan, pihaknya akan menyampaikan semua aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah.

"Tentu saja DPR menerima aspirasi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya bahwa kenaikan BBM itu akan menjadi satu hal yang akan diperhatikan oleh DPR melalui komisi-komisinya tentu kami akan mendengar dan menyampaikan aspirasi itu ke pemerintah," kata Puan, dalam konferensi pers.

"Dan kami meminta bahwa pemerintah memang bersungguh-sungguh dalam penyesuaian harga BBM ini. Jangan sampai membuat rakyat menjadi lebih susah atau lebih sulit," sambungnya.

Tak hanya itu, Puan berharap agar bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan pemerintah imbas dari kenaikan harga BBM dapat tepat sasaran. Dan meminta kementerian terkait untuk mampu mengawasi dengan ketat dalam penyaluran bantuan tersebut.

"Kami berharap itu bisa tepat sasaran dan berguna ke masyarakat dalam pemberiannya dan tidak ada masyarakat yang harus mendapatkan salah nama salah sasaran atau salah alamat," ucapnya.

Ketua DPP PDIP itu pun menyebut, jika DPR akan mengawasi bagaimana berlangsungnya penyaluran bantuan tersebut di lapangan.

"Jadi kami minta ke kementerian terkait agar bisa melakukan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsi pengawasannya kita akan melakukan pengawasan di lapangan," imbuh Puan. [ray]