Nyaris 100 Juta Orang Sudah Memilih di Pilpres AS 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington, D.C. - Pilpres AS 2020 secara resmi sudah dimulai. Namun, sebanyak 98 juta orang sudah memilih lebih awal.

Daerah terbanyak yang sudah memilih adalah California, Florida, dan Texas. Lebih dari 20 juta pendukung Partai Demokrat sudah memilih lebih awal.

Menurut data U.S. Elections Project, Selasa (3/11/2020), ada 63 juta yang memilih lewat pos, sementara 35,6 juta memilih langsung lebih awal di pilpres AS 2020.

U.S. Elections Project juga mengambil data dari 20 negara bagian yang memiliki registrasi partai. Berdasarkan data tersebut, mayoritas orang yang sudah memilih berasal dari Partai Demokrat.

Sebanyak 21,5 juta yang memilih lebih awal berasal dari Partai Demokrat. Ada 14,6 juta pemilih dari Partai Republik yang telah memilih di Pilpres AS 2020.

Bagaimana dengan Pemilih Non-Partai?

Presiden Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden di debat perdana capres AS 2020. Dok: C-Span
Presiden Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden di debat perdana capres AS 2020. Dok: C-Span

Berdasarkan data yang sama dari U.S. Elections Project, ada 11,3 juta orang non-partai dari 20 negara bagian yang sudah memilih dari awal.

Sementara, pemilih dari partai-partai minoritas hanya mencapai 321 ribu.

Presiden AS Donald Trump dan keluarganya telah memilih lebih awal. Begitu pula capres Joe Biden.

Pada kampanye pamungkasnya, Donald Trump percaya dirinya akan menang.

Saat ini, Joe Biden diunggulkan di polling-polling nasional.

Mayoritas Orang Bernama Karen Dukung Joe Biden pada Pilpres AS 2020

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Partai Demokrat, Joe Biden dan Kamala Harris melepaskan masker saat berbicara di atas podium di Alexis Dupont High School di Wilmington, Rabu (12/8/2020). Keduanya tampil perdana di depan publik sebagai pasangan capres-cawapres. (AP Photo/Carolyn Kaster)
Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Partai Demokrat, Joe Biden dan Kamala Harris melepaskan masker saat berbicara di atas podium di Alexis Dupont High School di Wilmington, Rabu (12/8/2020). Keduanya tampil perdana di depan publik sebagai pasangan capres-cawapres. (AP Photo/Carolyn Kaster)

New York Times/Siena College turut mengumpulkan nama-nama orang yang memilih Trump atau Biden dalam survei. Hasilnya, mayoritas nama Richard mendukung Trump, sementara nama Karen memilih Biden.

Berdasarkan hasil survei yang dikutip Selasa (3/11/2020), lima besar pendukung Trump memiliki nama:

1. Richard (64 persen)

2. Thomas (61 persen)

3. William (58 persen)

4. Nancy (57 persen)

5. Michael (56 persen)

Mayoritas adalah nama laki-laki. Itu berbeda dengan pendukung Joe Biden.

Lima besar pendukung Joe Biden bernama:

1. Karen (60 persen)

2. Barbara (58 persen)

3. Lisa (54 persen)

4. Patricia (54 persen)

5. Elizabeth (53 persen)

Berdasarkan polling-polling di AS, Joe Biden juga dilaporkan lebih populer di kalangan pemilih perempuan.

Donald Memilih Trump

Presiden Donald Trump bersama ibu negara Melania Trump berdiri di atas panggung setelah debat presiden pertama dengan calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio, Selasa, 29 September 2020. (AP Photo/Julio Cort
Presiden Donald Trump bersama ibu negara Melania Trump berdiri di atas panggung setelah debat presiden pertama dengan calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio, Selasa, 29 September 2020. (AP Photo/Julio Cort

Orang-orang bernama Donald juga cenderung memilih Donald Trump. Totalnya, 68 persen dari Donald yang disurvei memilih Trump.

Trump juga populer di antara orang-orang bernama Jason, Ronald, Janet, Brian, Scott, Aaron, Ryan, Cheryl, Timothy, Betty, Richard, Debra, Jerry, dan Gregory.

Bagi pria bernama Joseph, mereka cenderung seimbang antara memilih Donald Trump atau Joe Biden. Joseph adalah nama lengkap Joe Biden.

Hasil survei dari New York Times/Sienna College ini melibatkan 17 ribu orang yang ingin memilih di 18 negara bagian sejak September.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: