Nyaris Digelar, Geneva International Motor Show 2022 Dibatalkan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Geneva - Sempat dikabarkan siap kembali digelar tahun depan, Geneva International Motor Show akhirnya kembali batal. Pihak penyelenggara, memutuskan untuk kembali menggelar pameran otomotif terbesar di Swiss ini pada 2023.

Keputusan untuk dibatalkan ini, menjadi tiga kali berturut-turut akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi di berbagai negara.

Dilansir Autoblog, pembatalan pertama terjadi hampir di menit terakhir 2020. Pertunjukan itu seharusnya dibuka tak lama setelah pandemi mulai menyebar ke seluruh Eropa, dan ditutup karena masalah kesehatan masyarakat.

Keputusan tersebut, tidak mudah mengingat pertunjukan itu mengalami beberapa kesulitan keuangan, padahal pertunjukan ini dikenal dengan pameran beberapa mobil paling mahal dan kelas atas di dunia. Dan pembatalan acara 2021 diumumkan pada musim panas 2020, tanpa tanda-tanda metode yang efektif untuk memerangi infeksi.

Pembatalan terbaru ini kembali karena pandemi, tetapi untuk alasan yang sedikit lebih kompleks. Rupanya beberapa peserta pameran menarik diri dari acara tersebut .

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Alasan Pembatalan

Alasan penyelenggara mengatakan, mereka telah mendengar terkait masalah kesehatan maupun beberapa masalah keuangan yang mungkin terkait dengan kesulitan mendapatkan komponen dan chip. S

Selain itu, masalah lain juga terkait kesulitan untuk melakukan perjalanan internasional karena pandemi. Jadi, dengan semua masalah ini, pihak penyelenggara membatalkan pertunjukan yang seharusnya berlangsung Februari 2022.

Infografis Gempa Bandung dan Pergerakan Sesar

Infografis Gempa Bandung dan Pergerakan Sesar. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Gempa Bandung dan Pergerakan Sesar. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel