Nyaris Setahun Liga 1 Tidak Jelas, Iwan Bule Pasrah Pemain Main Tarkam

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Ketidakjelasan Liga 1 nyaris setahun membuat para pemain menempuh segala cara untuk membuat dapur tetap ngebul. Ada yang menyambi profesi lain, merantau ke luar negeri, hingga bermain antarkampung alias tarkam.

Soal tarkam, pekerjaan sampingan ini masih menjadi pro dan kontra di sepak bola Indonesia. Sejumlah pihak memaklumi bermain tarkam karena mendapatkan bayaran, beberapa pihak lainnya tidak menyarankan karena risiko yang besar seperti cedera.

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, hanya bisa pasrah melihat pemain yang memilih menjadikan tarkam sebagai mata pencahariaan ketika kompetisi vakum.

"Kami tidak bisa menahan. Mereka butuh makan karena Liga 1 dan Liga 2 tidak ada. Jangankan bermain, pemain yang ngojek dan jualan pun ada," kata pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu, Jumat (12/2/2021).

"Saya juga melihat pemain bermain di tarkam. Kami hanya bisa mengimbau, tapi mereka kan butuh pekerjaan. Mohon doanya, mudah-mudahan kepolisian memberikan izin untuk kompetisi," jelas Iwan Bule.

Menunggu Izin

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kiri) menyambut kedatangan Menpora Zainudin Amali dalam Rapat Koordinasi Pengkajian terhadap Usulan Penyelenggaraan Kompetisi Sepakbola Liga 1 dan 2, di Gedung Kemenpora Jakarta Pusat, Rabu, (10/2/2021). (Dok. Kemenpora)
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kiri) menyambut kedatangan Menpora Zainudin Amali dalam Rapat Koordinasi Pengkajian terhadap Usulan Penyelenggaraan Kompetisi Sepakbola Liga 1 dan 2, di Gedung Kemenpora Jakarta Pusat, Rabu, (10/2/2021). (Dok. Kemenpora)

PSSI masih menunggu izin dari kepolisian untuk kembali memutar Liga 1. Kompetisi telah vakum sejak Maret tahun lalu akibat pandemi COVID-19.

Berbagai rapat telah digelar oleh PSSI dengan kepolisian termasuk dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Namun, hasilnya masih nihil.

"Kami belum mengambil keputusan apa pun. Keputusannya setelah ini. Ini proses yang harus berjalan. Sebab kita tahu, di situasi pandemi COVID-19, prinsip pemerintah dan Polri yaitu mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Mudah-mudahan setelah ini, segera ada keputusan dari kepolisian terkait kompetisi," ucap Amali.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini