Nyaris Terpanggang dalam Tank, Tentara Bule Diselamatkan Kopassus

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sepak terjang milisi Hizbullah dalam perlawanan terhadap rezim Zionis Israel, sudah terjadi sejak awal 80an. Mulai berdiri hingga saat ini, sayap politik dan paramiliter Syiah ini juga terlibat dalam Perang Saudara Lebanon sampai konflik bersenjata itu berakhir pada 1990.

Di saat Lebaon bergejolak hebat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) diturunkan sebagai Pasukan Perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi UNIFIL, Indonesia adalah salah satu dari 61 negara yang mengerahkan tentaranya ke Lebanon sebagai Pasukan Perdamaian PBB.

Tak cuma itu, hingga saat ini, Indonesia juga tercatat sebagai negara yang mengirim personel militer terbanyak. Tercatat ada 1254 personel TNI yang bergabung dengan UNIFIL.

Sebagai pasukan perdamaian, prajurit TNI sangat disegani pasukan dari negara lain. Bukan tanpa alasan, karena prajurit TNI yang menjadi bagian dari UNIFIL terkenal sangat disiplin dan sangat bersahabat dengan masyarakat setempat.

Tak hanya itu, prajurit TNI juga sangat rendah hati dan seringkali membantu pasukan negara lain yang menghadapi kesulitan.

Dikutip VIVA Militer dari buku "Kopassus untuk Indonesia", ada sebuah kisah heroik yang dilakukan oleh prajurit TNI saat menyelamatkan nyawa sejumlah tentara asing. Diketahui, prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL adalah anggota satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat.

Kisah dimulai saat sejumlah pasukan Angkatan Bersenjata Spanyol melakukan patroli, dengan menggunakan 10 unit panser. Saat menjalankan tugasnya, pasukan militer Spanyol sempa mengambil foto kabel yang berada di saluran air untuk dokumentasi.

Para prajurit Spanyol itu menduga bahwa kabel itu adalah sarana komunikasi kelompok Hizbullah. Sial, aksi pasukan militer Spanyol itu justru diketahui oleh pasukan Hizbullah. Seketika, sekitar 20 orang anggota Hizbullah dengan senjata lengkap termasuk roket anti-tank mengepung posisi pasukan Spanyol.

Berada dalam posisi tersudut, tim intelijen militer Spanyol pun segera menghubungi pasukan TNI. Langkah ini diambil karena pasukan Spanyol tahu persis bahwa para prajurit TNI sangat dekat dengan masyarakat Lebanon, termasuk Hizbullah, yang notabene sebagian besar beragama Islam.

Setelah tiba di tempat kejadian, prajurit TNI langsung mengadakan diplomasi dengan para anggota Hizbullah. Pada akhirnya, puluhan anggota Hizbullah pun paham dan pergi dari lokasi insiden. Saat itu juga, seorang anggota Hizbullah menyatakan bahwa mereka sangat menghormati tentara Indonesia.

"Kami orang Lebanon sebenarnya tidak menghargai dan menghormati UNIFIL. Karena, mereka tidak berpihak secara adil pada orang Lebanon. Tetapi, kami melakukan ini karena sangat menghormati Anda orang Indonesia," ucap anggota Hizbullah yang tak diketahui namanya itu.