Nyeri Payudara Bisa karena Pakaian Dalam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesehatan payudara sangat bergantung pada pakaian dalam. Hal ini ditegaskan dokter spesialis bedah dan konsultan payudara RS. Mitra Kemayoran Jakarta, Dr. Alfiah Amiruddin, MD, MS.

"Banyak perempuan masih suka memilih pakaian dalam yang salah, dan akhirnya memberikan efek samping yang mengganggu," ujar Alfiah pada jumpa pers di Jakarta, Rabu(28/11/2012).

Menurut Alfiah, pakaian dalam yang sehat adalah yang ukurannya pas, nyaman dipakai, dan tidak memberi efek samping negatif.

Pakaian dalam yang terlalu sempit, katanya, akan menekan syaraf-syaraf di daerah sekitar payudara. Ini mengakibatkan saraf menjadi tegang dan menimbulkan nyeri.

Selain menekan saraf, pakaian dalam yang terlalu sempit juga akan menekan pembuluh darah yang secara otomatis akan menghambat distribusi oksigen ke payudara.

"Ini juga menyebabkan rasa nyeri. Bila terus berulang, maka kulit akan mengalami hiperpigmentasi (kulit menjadi gelap)," katanya.

Alfiah mengatakan bahwa renda dan kain berbahan dasar nilon pada pakaian dalam, akan menyebabkan panas.

"Bahan renda memang lebih diminati karena terkesan feminin. Tapi renda jangan sampai menganggu," kata Alfiah yang menambahkan bahwa bahan katun adalah yang terbaik untuk pakaian dalam.

Rasa yang menyebabkan panas ini memicu kulit untuk mengeluarkan lebih banyak keringat. Bila tidak dijaga dengan baik, keringat itu akan menjadikan kulit lembab.

 Lebih lanjut Alfiah menjelaskan, bahwa kulit yang terlalu lembab akan lebih mudah menjadi lokasi pengembang biakan jamur.

"Banyaknya jamur yang muncul, akan menyebabkan rasa gatal," imbuh Alfiah.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.