Nyetir Mobil di Jalan Tol, Jangan Cuma Berani Injak Pedal Gas

Pius Yosep Mali
·Bacaan 2 menit

VIVA – Selain jalan arteri, pengemudi mobil memiliki pilihan untuk memakai fasilitas jalan tol ketika hendak menuju lokasi tujuannya. Dalam kondisi normal, memanfaatkan jalur tersebut bisa membuat waktu tempuhnya menjadi lebih cepat.

Jalan tol biasanya dimanfaatkan pengemudi mobil, ketika melakukan perjalanan jarak jauh. Meski harus membayar pakai uang elektronik, di jalanan ini tak ada lampu merah yang kerap menjadi penyebab kemacetan lalu lintas.

Selain itu, mobil juga bisa dipacu lebih cepat dibandingkan dengan di ruas jalan raya. Kecepatan minimum kendaraan roda empat atau lebih di jalan tol, disarankan 60 kilometer per jam, sementara maksimalnya hanya 80 hingga 100 kilometer per jam tergantung wilayah yang dilewati.

Seperti dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi diler mobil Auto2000, Kamis 31 Desember 2020, ketika mengemudi di jalan tol, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengguna kendaraan roda empat atau lebih.

Paling pertama adalah perhitungkan bahan bakar minyak alias BBM yang dibutuhkan kendaraan, untuk menempuh perjalanan ke lokasi tujuan. Apalagi, di masa pandemi COVID-19 pengunjung rest area di jalan tol akan dibatasi hingga 50 persen, dibandingkan kondisi normal.

Selain jumlah BBM di tangki mobil, pastikan jumlah saldo rupiah di kartu uang elektronik mencukupi untuk transaksi di gerbang tol. Sebab, saat jumlah uang elektronik tak mencukupi, pengemudi tak bisa melakukan pembayaran dan tak jarang menimbulkan antrean bagi kendaraan lain.

Jalan tol biasanya dimanfaatkan pengguna mobil untuk perjalanan jauh. Dalam kondisi ini, bukan sesuatu yang mustahil pengemudi mengalami lelah atau bahkan microsleep (tidur singkat 1 sampai 30 detik). Selalu waspada untuk hal tersebut, dan beristirahatlah di lokasi aman ketika lelah atau mengantuk, untuk menghindari kecelakaan.

Hal lain yang harus diperhatikan ketika berkendara di jalan tol adalah mengendalikan emosi. Sebab, ada saja pengemudi mobil yang tak terima disalip oleh kendaraan yang melaju lebih cepat. Selain itu, kerap terjadi juga rebutan jalur ketika berada di gerbang tol.

Di masa liburan seperti pergantian tahun, beberapa titik jalan tol diprediksi akan mengalami kepadatan. Selalu ikuti aturan dan petunjuk yang ada, termasuk arahan dari petugas kepolisian. Jangan menyerobot antrian yang bisa menambah kemacetan atau bahkan memicu kecelakaan.

Tak kalah penting adalah wasapada terjadinya aquaplanning. Kondisi cuaca yang kerap hujan deras, tak jarang membuat genangan di jalan tol. Segera kurangi kecepatan saat hujan turun atau melewati ruas jalan basah.