Obama Anggap Intervensi ke Suriah Prematur

TEMPO.CO , Washington - Presiden Amerika Serikat menyatakan intervensi militer ke Suriah dianggap terlalu terlalu dini dan dapat memicu perang saudara di sana. Obama dan Cameron akan menggalang bantuan kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan di Gedung Putih, Rabu, 14 Maret 2012 waktu setempat dalam acara jumpa pers. Menurutnya, aksi militer oleh pasukan asing di sana bisa pula meningkatkan jumlah korban.

Oleh sebab itu, dia bersama rekannya Perdana Menteri Inggris, David Cameron, membicarakan kemungkinan dalam waktu dekat mengambil "langkah sesegera mungkin"  yakni menggalang bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah.

PBB memperkirakan jumlah korban tewas hingga saat ini mencapai 7.500 orang sejak terjadi amuk massa tahunlalu menuntut Presiden Bashar al-Assad mundur dari jabatannya. Sebagian besar korban tewas akibat diterjang peluru tajam pasukan keamanan Suriah.

Obama dan Cameron dalam kesempatan bertemu dengan pers menyatakan, situasi di Suriah jauh lebih komplek dibandingkan dengan di Libya, sehingga kekuatan udara NATO sanggup melakukan serangan yang menyebabkan pemimpin Muammar Qadhafi tumbang.

Ketika ditanya wartawan soal kemungkinan penerapan zona larangan terbang seperti yang pernah diterapkan di Libya, Cameron mengatakan, sekarang dia fokus pada "upaya transisi kepemimpin bukan upaya yang menimbulkan revolusi."

"Kami rasa itu cara tercepat untuk mengakhiri pembunuhan seperti apa yang kita lihat sekarang. Oleh karenanya (Presiden Suriah Bashar al-Assad) harus segera pergi," kata Cameron.

Jalan yang kami tempuh sekarang ini, tambah Cameron, adalah melakukan tekanan diplomatik, tekanan sanksi, dan tekanan politik melalui utusan khusus Liga Arab-PBB (Kofi Annan). "Semua itu menjadi fokus kami."

Dia dan Obama mengakui ada opsi lain untuk mengakhiri kekerasan berdarah di Suriah, namun demikian keduanya mengesampingkan aksi militer. "Militer kami dapat melaksanakan tugas apapun. Itu memang bagian dari pekerjaan mereka," jelas Obama.

"Ketika kami melihat apa yang terjadi di televisi, Anda tahu, naluri alami kami langsung mengatakan bahwa kita harus melakukan aksi," kata Obama. "Satu hal yang saya pikirkan, kami berdua telah mempelajari setiap krisis yang ada di sana termasuk di Libya, oleh karenya kami harus memikirkan semua tindakan sebelum kami bergerak."

CHOIRUL | AL JAZEERA | CNN

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.