Obama Khawatir atas Kematian Demonstran Mesir

Washington (AFP/ANTARA) – Presiden AS, Barack Obama, mengungkapkan “kekhawatirannya” pada Kamis terkait kerusuhan politik mematikan baru-baru ini, dalam sebuah imbauan kepada Presiden Mohamed Morsi, ujar Gedung Putih.


Obama juga mengatakan kepada Morsi bahwa “sangat penting untuk para pemimpin Mesir terkait spektrum politik untuk mengesampingkan berbagai perbedaan dan bersama-sama menyetujui sebuah jalan yang akan membuat Mesir lebih maju,” ujar Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.


Morsi yang sebelumnya menentang seruan untuk menghentikan perluasan kekuasaan atau menangguhkan usulan perubahan konstitusinya, membuat geram ribuan pengunjuk rasa yang terlibat dalam bentrokan berdarah dengan para pendukungnya dalam beberapa hari ini.


Tujuh orang tewas dalam bentrokan antara para pendukung Islamis Morsi dan para penentangnya yang sebagian besar sekuler pada Rabu, dalam krisis politik terburuk Mesir, sejak Morsi menjabat pada Juni.


Sekitar 644 orang lainnya terluka, ujar para petugas medis.


“Presiden Obama mengimbau Presiden Morsi hari ini untuk mengungkapkan kekhawatirannya yang sangat mendalam, terkait adanya pengunjuk rasa yang tewas dan terluka di Mesir,” menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Gedung Putih, Jay Carney.


Obama “menekankan bahwa semua para pemimpin politik Mesir seharusnya menjelaskan kepada para pendukung mereka bahwa kekerasan itu tidak dapat diterima,” ujarnya.


Presiden AS menyambut imbauan Morsi untuk berdialog yang dimulai pada Sabtu di kantornya, namun mengatakan bahwa “seharusnya dialog itu terjadi tanpa prakondisi” dan mendesak para penentang pemimpin itu untuk ikut ambil bagian dalam dialog tersebut.


Obama “menegaskan kembali bahwa AS terus mendukung warga Mesir dan transisi mereka menuju demokrasi yang menghargai hak-hak semua warganya,” tandas pernyataan tersebut.


Kamp anti-Morsi sangat marah terhadap presiden karena dia menyatakan untuk memperluas kekuasaannya pada dua pekan lalu, dan sepertinya akan dipercepat melalui panel yang didominasi Islamis terkait sebuah rancangan konstitusi. (dh/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.