Obama Serukan Regulasi Perusahaan Teknologi untuk Perangi Disinformasi di Internet

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Presiden AS, Barack Obama menyampaikan pada Kamis, penyebaran disinformasi online membahayakan demokrasi Amerika, dan industri teknologi perlu regulasi dan UU untuk mengatasi masalah tersebut.

"Desain dari platform-platform ini nampaknya mengarahkan kita ke arah yang salah," kata Obama dalam acara Pusat Kebijakan Siber Stanford, dikutip dari laman CNBC, Jumat (22/4).

Komentar ini disampaikan saat Kongres mempertimbangkan reformasi besar untuk mengendalikan kekuatan industri teknologi, termasuk UU persaingan, perlindungan privasi, dan perubahan Bab 230, yang memungkinkan moderasi konten tapi juga melindungi platform dari tanggung jawab untuk unggahan pengguna.

Ini menjadi perdebatan sengit di Washington selama dua tahun terakhir. Posisi Obama penting karena pemerintahannya dianggap oleh para penganjur reformasi ini ramah terhadap industri teknologi. Google dikabarkan memiliki kedekatan dengan Obama saat duduk di Gedung Putih.

"Saya mungkin tidak akan pernah terpilih menjadi presiden jika bukan karena situs-situs web seperti - dan saya mengencani diri saya sendiri - MySpace, Meetup, dan Facebook, yang memungkinkan relawan muda mengorganisir penggalangan dana, menyebarkan pesan-pesan kami," kata Obama.

"Itu yang memilih saya," lanjutnya.

Namun hubungan Washington dengan Silicon Valley kurang dekat saat itu. Banyak hal berubah drastis pada 2016, setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden dan pengungkapan skandal Cambridge Analytica Facebook.

Obama mengatakan dia tidak yakin pencabutan besar-besaran Bab 230 adalah jawabannya.

Dia mengatakan Kongres harus mempertimbangkan reformasi UU tersebut dan platform atau perusahaan teknologi itu "diwajibkan memiliki standar kepedulian yang lebih tinggi dengan iklan di situs mereka."

"Jika ditata dengan baik, regulasi bisa mendorong persaingan dan mencegah pemain lama membekukan inovator baru," kata Obama.

Banyak anggota parlemen konservatif menuding perusahaan media sosial melakukan sensor atas nama ideologi, walaupun dibantah perusahaan tersebut dan mengatakan mereka hanya menegakkan pedoman komunitas mereka. Obama mengindikasikan argumen kebebasan berbicara memiliki pembatasan yang ketat.

"Perusahaan media sosial membuat pilihan tentang apa yang diizinkan atau tidak diizinkan di platform mereka dan bagaimana konten itu muncul. Baik secara eksplisit melalui moderasi konten maupun secara implisit melalui algoritma. Masalahnya adalah kita sering tidak tahu prinsip apa yang mengatur keputusan itu," jelasnya.

Obama menganjurkan peningkatan transparansi seputar desain platform teknologi, menyamakan konsep tersebut dengan metode pengemasan daging yang dipatenkan.

Dia juga mengatakan perusahaan media internet tidak hanya bertanggung jawab atas polarisasi yang melanda masyarakat.

"Apa yang telah dilakukan platform media sosial, berkat dominasi pasar yang meningkat dan penekanan mereka pada kecepatan, mempercepat penurunan surat kabar dan sumber berita tradisional lainnya," paparnya.

Obama mengimbau perusahaan teknologi dan karyawan mereka secara langsung, mengakui kesulitan dalam memajukan undang-undang.

"Ini adalah kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan hal yang benar. Anda masih akan menghasilkan uang, tetapi Anda akan merasa lebih baik," jelasnya.

"Ini adalah kesempatan bagi karyawan perusahaan tersebut untuk mendorong mereka melakukan hal yang benar. Karena Anda telah melihat apa yang ada di luar sana dan Anda ingin merasa lebih baik." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel