Obat Alergi Makanan untuk Anak dan Dewasa, Konsumsi dengan Tepat

Liputan6.com, Jakarta Obat alergi makanan tentunya harus selalu dibawa oleh orang-orang yang mengalaminya. Biasanya, obat-obatan tersebut dapat meredakan gejala yang terjadi pada tubuh kamu ketika mengalami alergi. Apalagi, gejala-gejala alergi ini cukup beragam, tentunya kamu harus menyiapkan obat yang sesuai dengan gejala yang ditimbulkan.

Alergi makanan ini paling sering dialami oleh anak-anak, namun orang dewasa juga dapat mengalaminya. Pada anak-anak umumnya sering mengalami alergi terhadap susu, kedelai, gandum, dan telur. Sedangkan orang dewasa lebih sering mengalami alergi dari santapan laut seperti ikan dan kerang. 

Obat alergi makanan tentunya harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Selain itu, kamu juga bisa mengatasi alergi makanan ini dengan menerapkan pola hidup sehat dan teratur. Tentunya cara paling ampuh untuk mencegah terjadinya alergi makanan adalah dengan menghindari makanan tersebut. Oleh karena itu, kamu harus segera mengenali alergi makanan apa yang sedang kamu alami dengan berkonsultasi kepada dokter.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (24/3/2020) tentang obat alergi makanan.

Gejala Alergi Makanan

Gejala Alergi Makanan (Chajamp/Shutterstock)

Sebelum mengenali berbagai macam obat alergi makanan, kamu tentunya harus mengetahui gejala-gejala yang terjadi saat mengalami alergi makanan terlebih dahulu. Berikut beberapa gejala alergi makanan yang biasa muncul:

- Pilek atau hidung tersumbat.

- Ruam kulit yang terasa gatal.

- Gatal di mulut, tenggorokan, mata, dan di bagian tubuh lain.

- Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

- Sulit menelan dan berbicara.

- Sesak napas.

- Sakit perut, diare, mual, atau muntah

- Pusing dan pandangan gelap

- Jantung berdebar

- Keringat dingin

- Hilang kesadaran atau pingsan

Cara Mengatasi Alergi Makanan

ilustrasi anak makan/copyright Rawpixel

Setelah mengetahui gejala alergi makanan, kamu bisa mengikuti beberapa cara mengatasinya. Cara mengatasi alergi makanan dapat dilakukan dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengonsumsi obat alergi makanan. Berikut beberapa cara mengatasi alergi makanan:

- Menghindari makanan yang bermasalah (makanan sisa, kedaluwarsa)

- Baca label makanan dengan saksama sebelum membeli atau menyiapkan makanan.

- Pelajari cara menggunakan suntikan anti-alergi dan ajari orang-orang di sekitar kamu, semisal kamu tiba-tiba menderita alergi jenis ini.

- Kenakan gelang atau kalung medis sebagai tanda agar orang-orang tahu bahwa kamu memiliki alergi makanan atau jenis lainnya.

- Beritahu keluarga, pengasuh, dan guru jika anak memiliki alergi makanan.

- Cuci peralatan dengan hati-hati sebelum menyiapkan makanan bayi. Hal ini dapat membantu mencegah penyebab alergi.

- Selalu bawa obat alergi makanan.

Obat Alergi Makanan

Obat Alergi Makanan (iStockphoto)

Antihistamin

Antihistamin merupakan salah satu obat alergi makanan yang wajib kamu bawa ke manapun kamu pergi. Obat alergi makanan satu ini memiliki fungsi untuk menghentikan produksi histamin yang memicu gejala alergi.

Beberapa contoh obat antihistamin adalah diphenhydramine, cetirizine, loratadine, dan fexofenadine. Berbagai obat alergi makanan tersebut dapat dibeli secara bebas di apotek, namun tentunya akan lebih baik jika kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Namun, kamu juga harus memperhatikan efek samping dari konsumsi obat ini. Beberapa efek samping konsumsi antihistamin adalah timbulnya rasa mengantuk, sakit kepala, sakit perut, hingga mulut kering.

Selalu ikuti aturan pakai obat yang dijelaskan dalam kemasan atau seperti yang disarankan apoteker dan dokter.

Antihistamin sering dijadikan obat alergi makanan yang paling bisa diandalkan. Namun, tidak semua gejala dapat tuntas diatasi dengan antihistamin. Kamu terkadang butuh obat pendamping lain yang bekerjasama dengan antihistamin untuk meredakan gejala. 

Kortikosteroid 

Obat alergi makanan selanjutnya adalah Kortikosteroid yang juga sering diresepkan bersamaan dengan antihistamin. Biasanya dokter akan menyarankan antihistamin dan kortikosteroid untuk mengatasi alergi makanan.

Kortikosteroid berfungsi untuk mengobati hidung tersumbat, hidung meler, bersin-bersin, dan gatal-gatal akibat alergi. Kortikosteroid juga berguna untuk meredakan pembengkakan pada bibir, lidah, mata, dan bagian tubuh lainnya sebagai reaksi alergi.

Berikut beberapa obat kortikosteroid yang bisa kamu konsumsi, Prednisolone dan methylprednisolone, steroid inhaler untuk gejala yang terkait asma, betamethasone dalam bentuk obat oles untuk meredakan gatal dan ruam merah di kulit, Fluorometholone dalam bentuk obat tetes mata, untuk meredakan mata merah berair, hingga budesonide dan fluticasone furoate untuk meredakan hidung tersumbat, bersin dan pilek.

Dekongestan

Obat alergi makanan berikutnya di samping antihistamin dan kortikosteroid adalah dekognestan. Dekongestan seperti pseudoephedrine akan diberikan apabila alergi makanan menyebabkan hidung mampet dan ingusan. Obat alergi makanan ini tersedia dalam bentuk pil, cairan, tetes, dan juga semprotan hidung. 

Dekongestan berfungi untuk mengempiskan pembengkakan di pembuluh darah hidung yang membuat saluran napas jadi tersumbat. Meski demikian, dekongestan tidak dapat membantu meredakan gejala bersin atau gatal di hidung.

Selain itu, obat alergi makanan juga bisa menggunakan berbagai obat lainnya yang berguna untuk mengatasi gejala-gejala alergi makana. Contohnya obat pereda mual hingga obat antidiare.

Sebelum menggunakan berbagai obat alergi makanan tersebut, sebaiknya kamu berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu agar kesehatanmu tetap terjaga.