Obat COVID-19 Akan Diluncurkan Paling Cepat Tahun Ini

·Bacaan 2 menit

VIVA – Para ilmuwan dan profesional medis terus bekerja tanpa lelah untuk mengembangkan cara dan metode baru untuk menghentikan pandemi COVID-19.

Hal itu dibuktikan dengan laporan terbaru yang menyatakan bahwa beberapa perusahaan farmasi besar di dunia sedang bekerja sama untuk memproduksi pil oral antivirus yang dapat membantu untuk meminimalkan gejala dan risiko komplikasi COVID-19.

Dilansir Times of India, seperti obat antivirus lainnya, pil COVID-19 juga bekerja dengan menetralkan kemampuan virus untuk bereplikasi dan berkembang biak. Sementara vaksin memblokir masuknya virus ke dalam tubuh, pil antivirus akan menghentikan virus agar tidak mendatangkan malapetaka pasca infeksi.

Menurut laporan, pil COVID-19 adalah obat antivirus yang dapat diminum oleh pasien yang terkonfirmasi positif virus corona yang menjalani isolasi mandiri di rumah, untuk membantu mengurangi gejala dan mencegah kondisi agar tidak memburuk. Obat antivirus ini juga akan membantu menetralkan virus dalam beberapa hari, terutama jika gejalanya ringan.

Sementara vaksin COVID-19 memberikan perlindungan terhadap virus, obat antivirus dapat membantu pasca infeksi COVID-19. Pertama, membantu mencegah virus dan kedua, membantu dalam mengelola dan mengobati infeksi.

Saat ini, Pfizer, Merck dan perusahaan Jepang, Shionogi, dilaporkan sedang mengembangkan pil atau obat COVID-19 ini.

"Menangani pandemi COVID-19 membutuhkan pencegahan melalui vaksin dan pengobatan yang ditargetkan bagi mereka yang tertular virus," kata Pfizer dalam sebuah pernyataan pada Maret 2021 lalu.

"Kami telah merancang PF-07321332, sebagai terapi oral potensial yang dapat diresepkan pada tanda pertama infeksi, tanpa mengharuskan pasien dirawat di rumah sakit atau dalan perawatan kritis. Pada saat yang sama, kandidat antivirus intravena Pfizer adalah pilihan pengobatan baru yang potensial untuk pasien yang dirawat di rumah sakit," tambahnya.

Lalu, kapan obat antivirus COVID-19 akan tersedia? Merck telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk obat antivirus oral, Molnupiravir. Sementara obat eksperimental dari Pfizer, masih dalam tahap uji klinis.

Namun, menurut laporan, kedua obat tersebut bisa diluncurkan di pasaran, paling cepat tahun ini. Perusahaan farmasi Jepang juga telah memulai uji klinis terhadap pil COVID-19 buatannya, dengan pemberian satu kali sehari baru-baru ini, tetapi masih dalam tahap awal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel