Obat Fluvir untuk Terapi COVID-19, Berapa Harganya?

·Bacaan 1 menit

VIVAObat Fluvir tengah menjadi incaran di tengah pandemi COVID-19 lantaran dianggap sebagai terapi untuk pasien. Obat yang digunakan untuk pasien di India itu memiliki nama medis lain yakni oseltamivir dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemasaran obat fluvir (oseltamivir) sendiri merupakan kerjasama antara PT Kalbe Farma Tbk dan PT Amarox Global Pharma. Fluvir tersebut diindikasikan bukan sebagai obat melainkan hanya terapi yang membantu mengatasi gejala ringan pasien COVID-19.

"Terutama dengan dugaan infeksi influenza, berdasarkan Pedoman Tatalaksana COVID-19 di Indonesia edisi terbaru. Penggunaan obat Fluvir untuk pasien COVID-19 harus dengan rekomendasi dari dokter," tulis siaran pers Kalbe, dikutip Selasa 6 juli 2021.

Lebih dalam, obat Fluvir memiliki bentuk kapsul dan mengandung zat aktif anti virus Oseltamivir. Oseltamivir bekerja dengan menghambat enzim neuraminidase virus influenza yang berperan dalam melepaskan virus-virus baru hasil replikasi di dalam sel terinfeksi sehingga dapat menginfeksi sel-sel lain.

Mengenai harga obat fluvir (oseltamivir) di pasaran agar tidak merugikan masyarakat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan harga eceran tertinggi obat terapi COVID-19 melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi COVID-19.

"Oseltamivir 75 mg (kapsul) Rp26.000 per kapsul," tulis keputusan menteri kesehatan.

Saat ini ditemukan di berbagai platform belanja daring, obat tersebut dijual bebas bahkan dengan harga jauh di atas yang telah ditetapkan. Masyarakat diminta tidak membeli obat terkait secara bebas, termasuk melalui platform daring secara ilegal.

Pengaturan batas atas harga obat terapi bagi pasien corona perlu dilakukan, selain mencegah lonjakan harga, pengaturan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel