Obat pembangkit syahwat wanita dijual di lapak-lapak jalanan

MERDEKA.COM. Berbagai alasan diungkapkan setiap pasangan untuk memilih menggunakan obat perangsang. Biar lebih greng.

Pernyataan tersebut diakui Ato (bukan nama sebenarnya), seorang pedagang obat perangsang seks yang setiap hari menggelar dagangannya di Jalan Mangga Besar Raya, Taman Sari, Jakarta Barat. Pria yang sudah lebih dari setahun berjualan perlengkapan seks itu mengungkapkan, biasanya pelanggannya adalah pekerja, dan biasanya mereka membeli saat jam pulang kerja.

Selain menjual alat penambah kekuatan pria di atas ranjang, Ato juga menjual obat pembangkit gairah wanita. Bentuknya pun beragam, mulai dari cairan, hingga yang sekarang sedang ramai dibicarakan, berbentuk permen karet cinta.

"Biasanya yang beli orang yang kerja, yang beli sih kebanyakan cowoknya," kata Ato saat berbincang dengan merdeka.com di depan gerobak dagangannya, Jumat (15/2).

Ato pun dengan lancar menjelaskan kegunaan, harga, hingga cara pemakaian obat perangsang khusus wanita itu. Pria yang mulai membuka lapaknya sejak pukul 16.00 WIB lalu mengeluarkan salah satu barang dagangannya yang dianggap paling laris, sebuah obat perangsang berbentuk cairan.

"Yang ini nih mas, yang paling sering orang pake. Cara makainya gampang, tinggal ditetesin aja ke minuman ceweknya, 15 menit juga langsung kelihatan hasilnya," ujar Ato sambil menunjukkan barang dagangannya, berupa cairan dalam botol kecil seukuran obat tetes mata.

Untuk obat penambah gairah wanita, Ato mengaku menjual dua merek. Yang paling laku dibeli, Sex Drops yang dijualnya per botol seharga Rp 35 ribu, dan Spanische Fliege yang dibanderol Rp 50 ribu. Kedua varian tersebut digunakan dengan cara yang sama, yakni dicampur dengan minuman.

Selain menjual obat penambah gairah berbentuk cair, dia juga mengaku menjual permen karet cinta yang saat ini masih diperiksa kandungannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun sejak gencar pemberitaan tentang permen karet yang dalam satu kemasannya berisi 5 buah permen itu, Ato tidak memajang langsung permen karet yang diduga diproduksi di China tersebut.

"Ada nih. Pego (RP 150 ribu). Mau? Isinya lima. Kalau mau gua ambilin," ujarnya.

Sejak ramai diberitakan, permintaan akan permen karet cinta malah meningkat. "Emang agak susahan, soalnya ama BPOM kan dilarang, jadi agak susah juga jualnya. Tapi pas diberitain, orang malah banyak yang nyari, pada penasaran," ujarnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.