Objek Wisata di Girikarto Gunungkidul Ditutup, Wisatawan Kecewa Harus Putar Balik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Gunungkidul - Sejumlah objek wisata di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang ditutup sementara. Kebijakan ini diambil setelah diketahui, salah seorang petugas pemungut retribusi di Tempat Pemungutan Restribusi (TPR) lokasi tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Tracing saat ini telah dilakukan, termasuk kepada sejumlah rekan kerja yang selama ini diketahui melakukan kontak erat dengan petugas tersebut.

Setidaknya ada tujuh objek wisata di Kalurahan Girikarto yang ditutup sementara. Di antaranya adalah Pantai Gesing, Puncak Segoro, HeHa Ocean View, Taman Watu, Pantai Kesirat, Pantai Wohkudu, serta Teras Kaca.

Dedek Venustas (25) warga Yogyakarta mengaku kecewa dengan penutupan objek wisata di Kalurahan Girikarto Panggang ini. Pasalnya, ia bersama temannya yang hendak menikmati sore di kawasan wisata Girikarto diadang petugas untuk putar balik.

"Kecewa sih, sudah jauh-jauh dari Yogya malah disuruh putar balik," ungkap Dedek, Kamis (1/7/2021) petang.

Dedek menuturkan ia tidak mengetahui bahwa ada penutupan di kawasan tersebut baik di media sosial maupun lewat berita. Bahkan, dirinya yakin tempat wisata di kawasan tersebut telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kami sudah divaksin, bahkan kami tetap menjaga prokes sesuai anjuran pemerintah," jelasnya.

Seharusnya, ungkap Dedek, tempat wisata tak harus ditutup, tetapi lebih diperketat lagi pelaksanaan prokes. Terlebih, dalam masa pendemi seperti ini banyak orang menghilangkan kepenatan dengan berwisata.

"Enggak harus ditutup, yang penting prokesnya dijaga. Sama petugasnya juga, wajib itu. Wisatawan butuh liburan, pengelola butuh duit. Ya kan?" kata Dedek.

Senasib dengan Dedek, Hanaf Boing (32) warga Sleman Yogyakarta yang pergi bersama keluarga untuk bermain di pantai, diadang petugas dan disarankan putar balik.

"Ya, enggak tahu kalau ditutup, setahu saya PPKM Darurat baru diberlakukan tanggal 3 nanti," ungkap Boing.

Boing pun mengakui bahwa akhir-akhir ini kasus Covid-19 di Yogyakarta sedang meningkat hingga ruang perawatan pasien positif penuh. Terlebih, sektor pariwisata sangat berpotensi menimbulkan kerumunan yang menyebabkan penyebaran Covid-19 tak terkenali.

"Memang lagi banyak banyaknya corona sekarang, kita pulang daripada ke tempat lain juga ditutup," kata Boing.

Lurah Girikarto, Tuyadi mengatakan keputusan diambil setelah salah satu petugas Pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di sana terpapar Covid-19. Selain itu, ada 3 warga yang meninggal dunia karena virus tersebut.

"Hasil uji swab petugas TPR itu keluar Senin (28/6) kemarin dan dinyatakan positif," ujar Tuyadi ketika dikonfirmasi, Kamis (1/7/2021).

Tracing Petugas Retribusi

Untuk kawasan wisatanya sendiri ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pariwisata terkait penanganannya. Namun demikian, ia meminta kepada Dinas Pariwisata Gunungkidul agar tidak menutup lokasi wisata tersebut karena para pedagang yang terinfeksi sudah terlacak dan sudah tertangani.
Untuk kawasan wisatanya sendiri ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pariwisata terkait penanganannya. Namun demikian, ia meminta kepada Dinas Pariwisata Gunungkidul agar tidak menutup lokasi wisata tersebut karena para pedagang yang terinfeksi sudah terlacak dan sudah tertangani.

Sepuluh objek wisata tersebut ditutup sementara mulai 30 Juni 2021 kemarin hingga tanggal 7 Juli 2021 mendatang. Ke-10 objek wisata tersebut di antaranya adalah Pantai Gesing Pantai Taman Watu, Pantai Puncak Segoro HeHa Ocean View, Pantai Teras kaca pantai Kesirat, Pantai Wohkudu, Pantai Buron dan Pantai Kepek, serta Pantai Grigak.

Tuyadi mengatakan, penutupan tersebut terpaksa dilakukan karena pihaknya masih menunggu hasil swab 3 petugas TPR lain dari hasil tracing seorang petugas TPR yang positif tadi.

"Selasa kemarin semua petugas TPR menjalani proses tracing dari Puskesmas. Dan hasilnya belum keluar," terangnya.

Sembari menunggu hasil uji swab para petugas TPR tersebut, maka pihaknya memutuskan untuk melakukan penutupan objek wisata di kawasan Kalurahan Girikarto. Selama penutupan tersebut pihaknya juga melakukan sterilisasi atau upaya dekontaminasi beberapa lokasi.

Tuyadi sendiri mengaku pihak puskesmas kesulitan mencari riwayat petugas TPR yang terpapar Covid-19 itu karena interaksinya cukup banyak, terutama kepada wisatawan yang masuk ke objek wisata di Girikarto. Ia menduga petugas TPR tersebut terpapar dari Orang Tanpa Gejala (OTG) wisatawan yang datang.

"Bisa jadi itu terpapar wisatawan yang OTG," tambahnya.

Tuyadi menambahkan, nenek dari petugas TPR yang positif tersebut juga meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Kini petugas TPR yang positif Covid-19 ini telah menjalani isolasi mandiri bersama keluarganya. Demikian juga petugas TPR lain yang masih menunggu hasil swab, mereka juga menjalani isolasi mandiri hingga hasilnya keluar.

"Kalau negatif ya tidak usah isolasi lagi. Tetapi kalau positif ya isolasinya diteruskan," ungkapnya.

Di sisi lain, saat ini kasus positif Covid-19 di Kalurahan Girikarto Kapanewon Panggang juga tengah meningkat drastis. Meski enggan menyebutkan secara detail, tetapi Tuyadi mengatakan ada peningkatan signifikan di wilayahnya, meski belum ada kebijakan 'lockdown'.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel