Objek wisata goa Jepang Biak diusukan jadi warisan dunia UNESCO

Heru Dwi Suryatmojo

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Biak Numfor, Papua, tengah mengusulkan objek wisata peninggalan perang dunia II Goa Jepang Binsari, Distrk Samofa sebagai situs warisan dunia UNESCO.

"Dispar Biak Numfor sedang melengkapi berbagai persyaratan administrasi untuk mengajukan pengusulan objek wisata Goa Jepang sebagai situs warisan dunia UNESCO," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Biak Turbey Onisimus Dangeubun di Biak, Rabu.

Baca juga: Wisata bahari Biak potensial menjadi destinasi unggulan Papua

Ia mengakui, agar semua syarat pengusulan situs warisan dunia Goa Jepang dapat berjalan dengan lancar pihak Dinas Pariwisata berkerja sama dengan sejumlah pihak terkait untuk membangun akses menuju lokasi objek wisata.

Selain aksesibilitas, menurut Onisimus Dangeubun, berbagai macam fasilitas umum yang menunjang amenitas wisatawan juga telah dibangun untuk menambah daya tarik wisatawan ke Pulau Biak sekitarnya.

Baca juga: Wisata pantai masih tujuan favorit warga Biak libur lebaran

Kadispar Onisimus Dangeubun mengatakan, kelestarian objek wisata Goa Jepang menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Biak Numfor karena menjadi tempat sangat bersejarah bagi tentara Jepang saat berperang melawan tentara sekutu pada perang dunia II 1943-an.

Baca juga: Mahasiswa KKN UGM bangun kedai di wisata Samberpasi Biak

Meski demikian, lanjutnya, dalam proses pendaftaran menuju situs warisan dunia pihaknya melakukan berbagai upaya tambahan.

Sebagaimana lazimnya sebuah kota wisata, menurut Kadispar Onisimus, tentu dia tak terlepas dari 3A yakni aksesibilitas, amenitas, dan atraksi wisata.

"Nah kami memang bergerak di ketiga hal tersebut. Pertama dari akses tentu kita bekerja sama dengan pihak dinas pariwisata provinsi untuk menyiapkan tenaga sumber daya manusia pengelola objek wisata," katanya.

Selain aksesibilitas, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga memperbaiki berbagai macam fasilitas umum yang menunjang amenitas wisatawan.

"Yang terakhir itu atraksi wisata sebagai kunci dari keberhasilan destinasi wisata maka kami terus memaksimalkan untuk menambah kelengkapan fasilitas daya tarik kunjungan wisatawan," ungkapnya.

Berdasarkan data penataan objek wisata Goa Jepang hingga tahun 2019 telah dilakukan Dinas Pariwisata Biak, perbankan dan mitra kerja Polri memperbaiki fasilitas toliet MCK dan pintu gerbang masuk kawasan wisata.