Objek wisata Uluwatu-Bali mulai uji coba buka untuk wisatawan

·Bacaan 1 menit

Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Uluwatu, Bali, mulai melakukan uji coba pembukaan perdana dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat memasuki kawasan wisata itu pada Senin.

"Yang penting adalah penerapan (aplikasi) Peduli Lindungi, karena aplikasi ini untuk menjalankan Program 3T testing, tracing dan treatment dan sangat penting bagi pengunjung," kata Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu I Wayan Wijana.

Pada pembukaan perdana ini, pihaknya menargetkan jumlah kunjungan di atas 100 orang dan meyakini ke depan jumlah kunjungan akan terus membaik bila kondisi pandemi juga sudah mulai membaik.

Selain itu pihaknya berencana membuka pementasan tari kecak mulai akhir September 2021.

Baca juga: Tari Kecak Uluwatu ditiadakan sementara terkait kebijakan PPKM

"Untuk target kunjungan awal, kami menargetkan sebanyak ratusan pengunjung sehari karena DTW ini baru mulai buka,” katanya.

Kalau kondisi sudah membaik, ia meyakini kunjungan wisatawan ke Uluwatu akan bisa terus meningkat yakni di atas 1.000 orang per hari.

Pada hari pertama pembukaan DTW tersebut, kunjungan didominasi oleh wisatawan domestik dan adapula beberapa Warga Negara Asing (WNA) yang sementara waktu menetap di Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengizinkan DTW alam, budaya, buatan, spiritual dan desa wisata di Pulau Bali untuk mulai melakukan uji coba pembukaan kawasan bagi wisatawan dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen, menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta mengimplementasikan aplikasi Peduli Lindungi.

Baca juga: Sandiaga: Penurunan kasus COVID-19 sinyal pembukaan pariwisata Bali

Baca juga: PPKM Jawa-Bali berlanjut hingga 20 September, Bali turun level

Baca juga: Menko Airlangga: Tak ada lagi provinsi yang terapkan PPKM Level 4

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel