OCBC NISP berdayakan pelaku UKM wanita lewat Woman Warriors

Adi Lazuardi
·Bacaan 2 menit

PT Bank OCBC NISP memberdayakan pelaku Usaha Kecil Menengah perempuan melalui program Woman Warriors yang memberikan solusi komprehensif agar berperan lebih besar terhadap perekonomian nasional.

“Saat ini lebih dari 60 persen UKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan, OCBC NISP terus mendukung dan mengapresiasi para pebisnis perempuan bangsa yang tangguh ini dengan menghadirkan solusi komprehensif yang kami namakan Woman Warriors,” kata CEO PT Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin.

Menggunakan slogan Tidak Ada Yang Tidak Bisa, lanjut Parwati, Bank OCBC NISP menginginkan agar pelaku usaha perempuan mengambil peran lebih besar dalam memajukan perekonomian bangsa.

“Bagi kami dukungan bagi pelaku usaha perempuan ini bukan semata isu kesetaraan gender atau isu sosial, melainkan solusi untuk percepatan kemajuan bangsa kesejahteraan bangsa dan kinerja perusahaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Parwati mengatakan program Woman Warriors yang baru diluncurkan pada November 2020 tersebut tidak hanya memberikan pembiayaan secara finansial ataupun suka bunga kredit menarik sebesar 8 persen, namun turut memberikan pendampingan kemampuan berbisnis dan dukungan untuk mengembangkan bisnis.

“Ada paket khusus di mana bukan hanya memberikan modal kerja saja tapi juga pemberdayaan misalnya kita bantu untuk mau jualan melalui platform e-commerce, mengatur perpajakannya, mengatur akutansinya, itu kita bantu lengkapi pendukung pendukungnya,” papar dia.

Melalui Women Warriors, Bank OCBC NISP menghadirkan solusi untuk mendukung perempuan Indonesia melalui solusi manage, grow, dan life.

Melalui layanan manage, memungkinkan pengusaha perempuan mengatur keuangan baik dalam pribadi dan bisnis dengan mudah, aman, nyaman, kapan saja, dan di mana saja melalui fitur ONe Mobile, Velocity, kartu kredit, debit online, hingga laporan SPT.

Kemudian layanan grow yang memungkinkan pengusaha perempuan mengembangkan dana pribadi maupun bisnis. Melalui pendanaan mulai Rp500 juta sampai Rp15 miliar, solusi keuangan melalui fitur Nyala Bisnis dan SME Banking, suka bunga kredit, hingga beyond banking yang membantu menjalankan dan mengembangkan bisnis secara efektif.

Sedangkan layanan terakhir live, memberikan dukungan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas diri dengan membangun komunitas usaha dan penyediaan program edukasi melalui berbagai forum online.

Adapun UMKM merupakan sektor yang berperan penting dalam pemulihan ekonomi setelah mampu menyumbang produk domestik bruto (PBD) sebesar 61,7 persen.

Sebanyak 120 juta dari 133 juta angkatan kerja Indonesia bekerja di sektor UMKM, baik formal maupun informal. Selain itu, 98,7 persen dari total unit usaha di Indonesia atau sekitar 64,2 juta unit usaha di Indonesia oleh UMKM.