OCBC NISP catat laba bersih tumbuh 25,2 persen, jadi Rp2,5 triliun

Bank OCBC NISP mencatatkan laba bersih perseroan tumbuh 25,2 persen secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp2,5 triliun hingga kuartal III- 2022, dari sebelumnya sebesar Rp2,0 triliun pada periode yang sama tahun 2021.

Adapun, melalui keterangan resmi perseroan di Jakarta, Senin, pertumbuhan ini dikontribusikan dari pendapatan bunga bersih yang mengalami pertumbuhan 10,0 persen yoy menjadi Rp6,3 triliun, ditambah penurunan biaya cadangan kerugian.

“Pertumbuhan Bank OCBC NISP yang berkelanjutan tentunya tidak lepas dari prinsip kehati-hatian. Bank akan terus berkomitmen untuk mengembangkan layanan dan inovasi yang berpusat pada nasabah, melalui layanan keuangan komprehensif serta layanan beyond banking. Harapannya dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah dan masyarakat Indonesia,“ ujar Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja.

Lebih lanjut, penyaluran kredit perseroan tumbuh 12,1 persen yoy menjadi Rp131,5 triliun hingga kuartal III- 2022, yang didorong oleh pertumbuhan kredit di semua segmen, termasuk pemberian pendanaan berwawasan hijau (green financing).

Lalu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tumbuh 0,2 persen yoy menjadi 161,4 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp161,0 triliun pada periode yang sama tahun 2021 lalu.

Seiring strategi untuk meningkatkan komposisi dana murah, current account saving account (CASA) perseroan tumbuh 23,7 persen yoy, sehingga rasio CASA menjadi 60,7 persen hingga kuartal III- 2022.

Sementara, terkait kualitas kredit, perseroan melaporkan non performing loan (NPL) gross berada pada level 2,3 persen hingga akhir September 2022, dan NPL net berada pada level 0,8 persen.

Adapun, kedua rasio ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2021 lalu, dan berada di bawah rata-rata industri perbankan.

Kemudian, produk wealth management nasabah untuk reksadana, bancassurance, surat berharga, dan transaksi valuta asing secara keseluruhan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 10 persen yoy hingga September 2022.

Adapun, fee-based income dari bisnis wealth management memberikan kontribusi sebesar 43 persen terhadap total fee-based income perseroan.

Dalam kesempatan ini, Parwati menyampaikan Bank OCBC NISP akan terus mendorong penyaluran green dan gender financing untuk terus mendukung praktik keuangan berkelanjutan, ekonomi hijau dan kesetaraan yang diyakini akan memberikan dampak bagi lingkungan, masyarakat dan perekonomian di Indonesia.

Baca juga: OCBC NISP salurkan pembiayaan berkelanjutan Rp30,89 triliun di 2021
Baca juga: Rukita-Bank OCBC siapkan Rp724 miliar dukung investor muda berbisnis
Baca juga: OCBC NISP hadirkan layanan China Desk dan kerja sama mata uang lokal