OCBC NISP optimistis bisnis "cash management" tumbuh dua digit di 2023

Bank OCBC NISP optimistis bisnis cash management atau pengelolaan di bidang corporate banking akan tumbuh dua digit di tahun 2023, meski di tengah tren kenaikan suku bunga dan masa transisi pandemi.

"Di 2023 harusnya bisa dua digit karena di tahun 2022 juga pencapaiannya sudah tumbuh dua digit," kata Cash Management Division Head Bank OCBC NISP Amran Setiawan usai acara Media Gathering di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, optimisme tersebut seiring dengan telah dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun lalu.

Dari segi performa finansial, bisnis management cash di bidang korporasi diukur dari neraca dan penerimaan yang meliputi pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) serta pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income/FBI).

Di tahun 2022, kinerja keduanya baik neraca maupun penerimaan sudah melebihi target yang ditetapkan, sehingga pada tahun ini akan lebih baik lagi.

Sementara kinerja dari segi nonfinansial, Arman mengungkapkan terdapat target dari cross functional maupun onboarding digital pada tahun lalu. Dengan demikian pada tahun ini, kedua langkah tersebut bersama self service menjadi strategi bisnis cash management.

"Di tahun 2023, key performance indicator (KPI) atau indikator performa kunci kinerjanya tidak terlalu banyak berubah, tetap di neraca, penerimaan, dan aspek non finansial," tuturnya.

Untuk pengelolaan dana bisnis, terdapat tiga solusi yang ditawarkan Bank OCBC NISP, yakni penyediaan 13 mata uang dalam satu rekening, transaksi forex dengan kurs real time dan kompetitif, serta kemudahan transaksi via aplikasi Velocity kapan saja dan dimana saja.


Baca juga: BNI-SPMT perkuat kerja sama Cash Management jasa pelabuhan
Baca juga: BRI-KAI kerja sama fasilitas manajemen tunai, kelola dana
Baca juga: Bank Muamalat gandeng DOKU & Paper.id perluas layanan cash management