OECD Duga Ada USD 1 T Kekayaan 'Disembunyikan' di Luar Negeri

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Mathias Cormann menduga, masih banyak kekayaan berada di luar negara Asia. Maka, transparansi pajak menjadi penting.

Mathias menyebut, lebih dari USD 1 triliun kekayaan berada di luar negeri. Artinya, ada upaya untuk penghindaran pajak dari yang bersangkutan.

"Penghindaran pajak masih menjadi tantangan besar di seluruh dunia, termasuk juga negara di Asia. Diperkirakan ada USD 1,2 triliun kekayaan finansial Asia berada di luar negeri," katanya dalam konferensi pers di Bali International Convention Center (BICC), ditulis Jumat (15/7).

Ini disampaikannya pasca penandatanganan Deklarasi Bali yang berisi komitmen 11 negara di Asia. Seluruhnya meneken perjanjian untuk transparansi perpajakan di wilayah Asia.

Mathias menilai, upaya ini bisa meningkatkan pengawasan terhadap tindakan penghindaran pajak dan penggelapan dana lainnya.

"Inisiatif Asia terbuka untuk semua yurisdiksi Asia. Kami berharap akan ada lebih lagi dari negara di Asia yang ikuti jejak langkah ke 11 yurisdiksi hari ini. OECD mendukung insiatif perpajakan bertahun-tahun melihat keberhasilan dan juga hasil yang konkret," ujarnya.

Potensi Pendapatan USD 120 Miliar

usd
usd

Pada kesempatan itu, dia mengungkap ada potensi sekitar USD120 miliar pendapatan yang diterima negara-negara Asia dari penghindaran pajak. Di sisi lain, sekitar sepertiga pendapatan tambahan tersebut berasal dari negara berkembang.

Namun, karena penghindaran pajak, itu tidak dapat diterima oleh negara terkait. Mathias menilai dana ini bisa digunakan untuk pemerintah di negara Asia mengembangkan ekonominya.

Dengan demikian, Deklarasi Bali yang diteken 11 negara menjadi penting sebagai komitmen politik mengenai kebutuhan kebijakan perpajakan yang lebih serius.

"Kerja sama administrasi untuk bisa lebih kuat dan untuk melindungi perpajakan. Dukungan menteri dan kita lihat dukungan di Bali hari ini agar negara-negara berkembang memetik manfaat pajak global. OECD bekerja sama dengan G20 menyiapkan roadmap baru untuk agenda tahun mendatang," kata dia.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel