OEM adalah Singkatan dari Original Equipment Manufacturer, Berikut Penjelasannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta OEM adalah singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Istilah ini sering kali digunakan saat kamu membeli spare part atau suku cadang kendaraan bermotor. Apalagi, banyak tersebar suku cadang dengan berbagai kualitas, dari yang asli, menyerupai asli, hingga tiruan.

Dari kepanjangannya, OEM tentunya termasuk dalam suku cadang original atau asli. Namun, kamu tentu perlu mengenali perbedaannya dengan suku cadang asli dan tiruan. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari kualitas, harga, hinga variasinya.

OEM adalah suku cadang buatan pabrik dan original. Kamu tentunya juga perlu mengenali perbedaan suku cadang OEM ini dengan aftermarket, yang juga sering terdengar.

Mengenali masing-masing pengertiannya membuat kamu bisa memilih suku cadang terbaik untuk kendaraan bermotormu. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (12/4/2021) tentang OEM adalah.

OEM adalah

OEM adalah (Foto: http://wallstcheatsheet.com/)
OEM adalah (Foto: http://wallstcheatsheet.com/)

Secara umum, ada tiga jenis kualitas produk yang dijual di pasaran, yaitu original, OEM, dan KW. Ketiga jenis produk ini tentunya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Produk original merupakan produk yang dijual langsung oleh produsen atau pembuatnya, sesuai dengan standardisasi dari perusahaannya.

Sementara itu, produk OEM adalah produk yang memilki kualitas sama dengan produk originalnya tetapi memiliki standardisasi yang berbeda. Sedangkan produk KW atau biasa disebut replika merupakan produk yang dibuat semirip mungkin dengan produk originalnya.

OEM adalah singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Berdasakan kepanjangan tersebut sudah jelas jika suku cadang OEM adalah produk asli atau original. Namun, OEM adalah suku cadang yang diproduksi bukan oleh pabrikan otomotif, melainkan perusahaan lain yang telah mendapatkan restu untuk melakukan produksi suku cadang tertentu. Kemudian produk yang dihasilkan tersebut dijual dengan nama salah satu brand.

Suku cadang berstatus OEM adalah partisi yang secara langsung diproduksi oleh pabrikan mobil dengan brand yang sama, bukan pihak ketiga atau vendor. OEM adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk atau komponen yang kemudian dibeli oleh perusahaan lain ataupun ritel dengan memakai merek dagang dari perusahaan pembeli tersebut.

Perbedaan OEM dengan Aftermarket

Perbedaan OEM dengan Aftermarket
Perbedaan OEM dengan Aftermarket

Jika OEM diproduksi pabrikan secara langsung, suku cadang aftermarket diproduksi oleh pabrikan di luar pabrik mobil itu sendiri. Biasanya produksinya dalam jumlah besar dan sesuai dengan spesifikasi yang cocok untuk berbagai macam merek kendaraan.

Produksi

Perbedaan antara kedua istilah suku cadang ini adalah terkait produksi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, OEM adalah spare part yang diproduksi oleh perusahaan yang telah diberi restu oleh pabrikan otomotif untuk membuat suku cadang tertentu. Sehingga suku cadang yang dihasilkan sudah kompatibel dengan satu model kendaraan.

Sementara itu, aftermarket adalah suku cadang yang diproduksi oleh selain dua perusahaan tersebut atau bisa disebut pihak ketiga. Biasanya melakukan produksi dalam jumlah besar dengan memiliki spesifikasi yang cocok untuk berbagai macam kendaraan sekaligus.

Kualitas

Jika memilih suku cadang OEM, tentu kualitas produk tak perlu diragukan. Sebab spare part sama persis dengan sebelum yang diganti. Kamu pun tak perlu khawatir terhadap kinerjanya usai keluar dari bengkel perbaikan.

Jika diharuskan memilih, jelas lebih baik memilih OEM. Sebab produk yang dihasilkan sudah benar-benar kompatibel dengan kendaraan. Namun, hal ini juga kembali lagi ke kebutuhan, apalagi jika sudah menyangkut soal uang. Memilih produk aftermarket yang memiliki harga lebih murah menjadi keputusan tepat jika uangmu pas-pasan. Asal kendaraan bisa jalan normal lagi, partisi tersebut sah-sah saja untuk dibeli.

Apalagi, dalam beberapa kasus suku cadang aftermarket malah memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang OEM. Pasalnya pabrikan aftermarket merekayasa ulang produk OEM dan mungkin bisa mengatasi kelemahan yang ada. Kemudian tinggal membuatnya lebih baik lagi. Tapi, tentunya hal ini juga tidak bisa ditemukan setiap saat.

Perbedaan OEM dengan Aftermarket

Perbedaan OEM dengan Aftermarket
Perbedaan OEM dengan Aftermarket

Harga

Terkait harga, suku cadang OEM jelas memiliki banderol yang cukup mahal, bahkan setara dengan produk ori yang diproduksi sendiri oleh pabrikan otomotif. Sedangkan partisi aftermarket jelas mempunyai harga yang lebih murah. Sangat cocok untuk pemilik kendaraan yang budgetnya pas-pasan.

Bahkan, di laman Caranddriver pun disebutkan jika OEM memiliki harga lebih tinggi sekitar 60 persen dari produk aftermarket.

Tempat Membeli

Baik suku cadang OEM atau aftermarket sebenarnya bisa dibeli secara online. Jika tidak, kamu bisa langsung menuju dealer resmi untuk mendapatkan spare part OEM. Sedangkan aftermarket bisa kamu dapatkan di bengkel independen atau mekanik lokal. Bisa juga ke pusat jual beli suku cadang yang telah ada.

Variasi

Memang OEM adalah suku cadang original, namun terkait variasi tidak sebanyak produk-produk dari aftermarket. Pabrikan aftermarket memproduksi dalam jumlah banyak dengan berbagai variasi.

Dari situlah muncul kompetisi antar produsen dan yang paling diuntungkan tentu konsumen. Karena opsi suku cadang yang dipilih semakin beragam. Namun, jika tidak berhati-hati, maka hal buruk yang terjadi adalah mendapatkan produk dengan kualitas buruk.

OEM adalah suku cadang kendaraan bermotor original yang bisa kamu pilih jika ingin kualitas. Namun, hal ini tentunya kembali lagi pada kebutuhanmu. Kamu bisa mempertimbangkan perbedaan OEM dengan aftermarket dan memahami kelebihan dan kekurangannya agar tidak salah pilih.