Ogah Bahas Pilpres, Khofifah Fokus Urus Misi Dagang Jatim

Merdeka.com - Merdeka.com - Nama Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa digadang-gadang akan menjadi calon wakil presiden (cawapres). Khofifah pun ogah membahas soal isu Pemilu 2024, dan lebih suka membahas soal misi dagang antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Saya fokus urus Jatim. Kami tiap bulan melakukan misi dagang, apalagi saat Covid kemarin hanya bisa melakukan virtual bisnis meeting," ujarnya kepada wartawan di Claro Hotel Makassar, Kamis (17/11).

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ini menyebut kekuatan ekonomi Jatim saat ini adalah perdagangan antarprovinsi. Dia mengungkapkan pada tahun 2021, nilai perdagangan Jatim mencapai Rp259 triliun.

"Jadi kami memang membangun konektivitas semaksimal mungkin dengan seluruh provinsi di Indonesia. Kita punya market gede sekali, penduduk Indonesia saat ini 276 juta itu pasti pasar sangat besar," bebernya.

Pangsa pasar yang besar itulah akan digarap Pemprov Jatim dengan melakukan misi dagang ke berbagai provinsi termasuk Sulsel.

"Bulan kemarin kita ke Aceh dan bulan depan ke Kalteng. Jadi memang bangunan konektivitas di antara kami misi dagang ini agak komprehensif," sebutnya.

Meski misi dagang baru antara Pemprov Jatim dan Sulsel akan diresmikan hari ini, Khofifah mengaku prosesnya sudah berjalan dua bulan. Ia menambahkan dalam waktu dua bulan tersebut ada pembahasan soal kuantiti dan nominal.

"Jadi ini memastikan barangnya kontrak kuantitinya dan nominalnya berapa," sebutnya.

Berdasarkan data, transaksi dalam misi dagang Pemprov Jatim dengan Sulsel mencapai Rp118,7 miliar.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari F Radjamilo mengaku misi dagang Pemprov Jatim akan memperkuat hubungan ekonomi dengan Sulsel. Ia menyebut misi dagang tidak hanya membahas soal ekonomi, tetapi juga pemerintahan dan sosial.

"Keinginannya adalah supaya semakin meningkat hubungan dagang kita antara Provinsi Jawa Timur," sebutnya.

Ashari menyebut sejumlah hasil bumi Sulsel juga dikirim ke Jatim. Ia mencontohkan beras dan perikanan.

"Begitu juga barang dari Jatim masuk di Sulsel. Jadi ada imbas, ada timbal balik," sebutnya. [cob]