Ogah Bayar Kekurangan Rp300 Ribu, Pembeli Ayunkan Pedang ke Kasir

Daurina Lestari, Sadam Maulana (Palembang)
·Bacaan 3 menit

VIVAKasir toko swalayan di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Sumatera Selatan, mendapat perlakuan kasar dari seorang pembeli. Bahkan, kasir tersebut nyaris menjadi korban pembacokan.

Dalam video rekaman CCTV berdurasi 25 detik, yang diunggah akun media sosial Instagram @palembang.terciduk, nampak seorang pria bertopi mengenakan kaus hitam garis putih tengah berhadapan dengan kasir. Awalnya pelanggan itu terlihat biasa.

Pria itu seperti ingin membayar barang belanjaannya. Namun sesaat kemudian, pria tersebut terlihat mengeluarkan sebilah pedang yang ia selipkan di pinggang.

Berdasarkan keterangan video, pria itu mengancam kasir toko swalayan karena tidak memberikan barang belanjaannya, lantaran uang yang diserahkan tidak mencukupi. Dari total belanja senilai Rp350 ribu, pria tersebut hanya memberikan uang Rp50 ribu.

Karena belanjaannya tidak diserahkan, pria bertopi lantas naik pitam. Dia mengeluarkan senjata tajam jenis pedang dan mengancam kasir toko swalayan. Bahkan, sempat mengayunkannya kepada kasir.

Baca juga: Kerugian akibat Banjir di Kalsel Ditaksir Mencapai Rp1,34 Triliun

Menurut pengakuan KP (20 tahun), kasir toko swalayan tersebut, kejadian itu berlangsung pada Minggu, 24 Januari 2021, sekitar pukul 17.30 WIB. Ketika itu, situasi toko sedang sepi, lalu pelaku datang berdua bersama temannya. Namun, saat hendak membayar uangnya justru kurang.

“Dia memaksa untuk mengambil belanjaannya dan mengancam saya dengan pedang. Karena takut, jadi saya berikan belanjaannya. Namun ia tetap mengayunkan pedang dan mengenai lengan kiri saya,” ungkap korban, Senin, 25 Januari 2021.

Beruntung, sabetan parang itu tidak sampai melukainya. Namun tetap, sabetan perang pria tersebut membuat korban mengalami luka memar di bagian lengan sebelah kiri.

Dikatakan korban bahwa pada saat itu pelaku mengambil lebih dari tiga pasang baju. “Saat itu pelaku juga sempat mengancam saya. Silahkan saja jika mau membuat laporan kepolisian,” katanya.

Pelaku seorang residivis

Setelah aksi pengancaman itu viral, polisi pun langsung bergerak cepat untuk mengetahui identitas pelaku. Alhasil, dalam waktu kurang dari 24 jam polisi berhasil mengamankannya. Pelaku yang diamankan anggota Polsek Ilir Barat II ialah J (38 tahun), warga Lorong Penghulu 36 Ilir Palembang. J diciduk petugas di kediamannya, pada hari ini.

Kepala Polsek Ilir Barat II Palembang, Kompol Muhammad Ihsan menjelaskan, kejadian bermula ketika pelaku belanja di toko tersebut. Namun, saat pelaku hendak membayar, uang yang ia berikan pada kasir toko itu kurang.

Selanjutnya, pelaku meminta barang belanja itu secara paksa pada kasir. Pada saat kasir tidak memberikannya, pelaku langsung mengayunkan pedang hingga mengenai lengan kiri korban.

“Pelaku menggunakan punggung pedang sehingga tidak menimbulkan luka. Korban hanya memar di lengan kirinya. Mendapatkan laporan dari masyarakat, pelaku langsung kita kejar dan berhasil diamankan di kediamannya,” ungkap Ihsan.

Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa pelaku merupakan seorang residivis yang sudah lima kali masuk penjara. Dan kali ini adalah yang keenam kalinya ia ditahan.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas berupa satu senjata tajam jenis pedang yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya, dan tiga pakaian yang ia ambil dari toko tersebut.

Sementara itu, pelaku J mengakui bahwa ia saat itu belanja senilai Rp350 ribu, namun dirinya hanya membayar Rp50 ribu. “Saat itu saya sedang mabuk, baru pulang dari menonton organ tunggal di Lorong Jambu. Karena saya kesal jadi saya bacok korban,” kata J.