Ogah Ikut Program Tambak Modern, Petani Udang di Kebumen Pilih Jadi Bos

Merdeka.com - Merdeka.com - Sugeng Maulidin, Petani tambak udang Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen menanggapi adanya pembangunan shrimp estate atau kawasan tambak udang modern di sepanjang wilayah bekas tambak udang milik warga sekitar. Dia mengaku tidak berminat bergabung, dan memilih menjadi petani mandiri.

"Kalau saya mah milih garap punya sendiri, lebih fleksibel enggak kebanyakan aturan, lagian kalau di sana kan saya cuma karyawan, kalau di usaha milik sendiri kan saya bosnya, mau jual ke mana ya terserah saya," kata Sugeng kepada merdeka.com, Jumat (2/9).

Shrimp estate di daerah pantai selatan Kebumen dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tanah pemerintah seluas 100 hektare, meliputi Desa Jogosimo, Desa Tegalretno dan Karanggadung kecamatan Petanahan.

Menurut pemerintah, pembangunan kawasan tambak udang modern ini diyakini bakal memberikan dampak kesejahteraan masyarakat, karena jika biasanya dalam satu hektare petani hanya bisa menghasilkan 5-10 ton udang. Namun dengan Shrimp Estate ini hasil panennya diperkirakan akan meningkat menjadi 40 ton.

Meski Sugeng tak berniatan untuk bergabung dalam proyek tersebut, tetapi dia tetap mendukung adanya program tambak udang modern berbasis kawasan tersebut dan berharap dapat bekerja sama dengan baik dengan para petani tambak udang mandiri, mengingat lokasi lahan yang saling berdekatan.

"Kalau saya sih enggak masalah ya, toh kita sudah punya target pasar masing–masing, terkait lokasi itu kan memang tanah milik pemerintah," tutur pria 28 tahun itu.

Reporter: Putri Oktafiani [cob]